Prakiraan Cuaca Maluku 2 Mei 2026: Ambon Cerah Berawan, Maluku Tengah Berawan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 07:48 WIB
Prakiraan Cuaca Maluku 2 Mei 2026: Ambon Cerah Berawan, Maluku Tengah Berawan

ILUSTRASI. Cek cuaca Maluku hari ini 2 Mei 2026. Ambon diprediksi cerah berawan sementara wilayah Maluku Tengah akan ditutup awan.? (dok/Tribunnews.com)


Sumber: BMKG  | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Kondisi atmosfer di wilayah Kepulauan Maluku secara umum terpantau stabil dengan dominasi cuaca cerah berawan hingga berawan pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Hal ini memberikan peluang bagi kelancaran aktivitas logistik antar pulau yang menjadi urat nadi ekonomi di wilayah seribu pulau tersebut.

Baca Juga: Cuaca Kota Makassar & Parepare Hari Ini 2 Mei 2026, Cek Suhunya dari BMKG

Bersumber dari data BMKG, variasi cuaca di Maluku hari ini masih berada dalam batas normal untuk aktivitas pelayaran rakyat maupun perikanan. Suhu udara di wilayah ini juga tergolong hangat dan stabil.

Simak detail informasi cuaca Maluku untuk hari ini (2/5):

Kota Ambon

  • Kondisi: Cerah Berawan
  • Suhu: 25-30 derajat Celcius
  • Kelembapan: 74-94%

Maluku Tengah

  • Kondisi: Berawan
  • Suhu: 24-31 derajat Celcius
  • Kelembapan: 73-98%

Stabilitas Cuaca di Wilayah Kepulauan

Cuaca cerah berawan di Kota Ambon sangat mendukung operasional di pelabuhan dan pasar tradisional. Kelembapan yang cukup tinggi hingga 94% mengindikasikan adanya potensi pembentukan awan hujan di sore hari, meskipun intensitasnya diperkirakan tidak akan mengganggu aktivitas secara signifikan.

Tonton: Khamenei: AS Kalah! Iran Siap Mati-Matian Pertahankan Nuklir

Untuk wilayah Maluku Tengah, kondisi berawan dengan suhu maksimal 31 derajat Celcius memberikan udara yang tidak terlalu menyengat bagi warga yang bekerja di sektor perkebunan cengkeh atau pala.

Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan guna mengantisipasi genangan jika terjadi perubahan cuaca tiba-tiba.

Tips Cuaca: Selalu pantau informasi gelombang laut jika Anda berencana melakukan perjalanan antar pulau menggunakan transportasi laut skala kecil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru