Jabodetabek

Pramono: Cuaca Ekstrem Jadi Ujian Normalisasi Kali Ciliwung, Krungkut, Cakung Lama

Jumat, 30 Januari 2026 | 17:21 WIB
Pramono: Cuaca Ekstrem Jadi Ujian Normalisasi Kali Ciliwung, Krungkut, Cakung Lama

ILUSTRASI. Gubernur DKI Pramono Anung paparkan kondisi terkini Jakarta ( ANTARA FOTO/RENO ESNIR)


Reporter: kompas.com  | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan curah hujan tinggi akibat cuaca ekstrem menjadi ujian bagi program normalisasi tiga sungai utama di Jakarta, yakni Sungai Ciliwung, Kali Krukut, dan Sungai Cakung Lama. 

"Jakarta sedang diuji dengan cuaca ekstrem. Kemarin tanggal 12, tanggal 18, tanggal 22, yang curah hujannya tinggi itu di Jakarta. Maka kenapa kemudian daerah yang terdampak terutama itu Jakarta Utara dan Jakarta Barat," ujar Pramono saat peresmian Masjid As-Sakinah di Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).

Cuaca ekstrem juga terjadi di Bogor pada Kamis (29/1/2026) dengan curah hujan mencapai 255 milimeter per hari. 

"Itu cukup tinggi. Dan tentunya karena Jakarta sedang melakukan normalisasi Sungai Ciliwung, kemudian juga Cakung Lama, dan Krukut, ini menjadi ujian," jelasnya.

Pramono menambahkan, banjir akibat cuaca ekstrem saat ini paling banyak terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Baca Juga: Kunjungan Turis India ke Bali Normal di Tengah Isu Virus Nipah

"Dan untuk itu kami mohon doa Bapak Ibu Saudara-saudara sekalian, mudah-mudahan apa yang menjadi ujian bagi Jakarta hari ini segera tertangani dengan sebaik-baiknya," kata Pramono. 

Ia menegaskan normalisasi sungai menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir setelah penyedotan genangan air. 

"Kalau dibilang apakah (penyedotan) ini efektif apa enggak, menurut saya memang harus dipikirkan untuk penanganan jangka menengah dan panjang," ujarnya di Rawabuaya, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026). 

"Maka saya sudah memerintahkan kepada Dinas Sumber Daya Air untuk normalisasi tiga sungai utama: yang pertama adalah Ciliwung, yang kedua adalah Krukut, yang ketiga adalah Cakung Lama untuk segera dilakukan," tambahnya.

Pramono juga menyebut solusi jangka pendek, antara lain operasi modifikasi cuaca (OMC) dan pembersihan seluruh selokan. 

Ia meminta warga tidak membuang sampah sembarangan. 

Penyempitan Kali Krukut Picu Banjir Kemang 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyoroti penyempitan Kali Krukut sebagai salah satu penyebab banjir di Kemang. "Kemang itu setiap tahun pasti banjir. 

Dulu Kali Krukut luasnya 20 meter. Itu sekarang yang namanya Kem Chicks saja belakangnya cuma 3 meter. Itu realita yang terjadi," ujar Rano saat mengunjungi pengungsi banjir di Masjid Jami Al-Fudhola, Cengkareng, Jumat (23/1/2026). 

Menurut Rano, tantangan normalisasi sungai bukan pembebasan lahan, melainkan sosialisasi kepada masyarakat. 

"Kalau normalisasi, yang paling berat bukan masalah pembebasan lahannya, tapi sosialisasi ke masyarakatnya. Mau enggak kita tinggal di rumah susun? Karena wilayah ini harus kita betulin," jelasnya.

"Mau enggak mau harus seperti itu. Itu realita. Makanya kami turun tadi, kita diskusi di atas, ada diskusi, ada kebutuhan yang harus kita lakukan ya itu kita evaluasi," tambah Rano.

Baca Juga: SPBU Shell Kosong: Shell Super Langka, Ini Lokasi yang Masih Ada!

Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/01/30/15382741/pramono-cuaca-ekstrem-jadi-ujian-normalisasi-sungai-ciliwung-krukut-dan.

Selanjutnya: Persis vs Persib: Skor Akhir Penentu Arah Klasemen Super League

Menarik Dibaca: 14 Menu Terbaik untuk Sarapan agar Berat Badan Turun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru