Jabodetabek

Waspada Jakarta! BMKG: Cuaca Ekstrem Mengancam hingga Akhir Januari 2026

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:13 WIB
Waspada Jakarta! BMKG: Cuaca Ekstrem Mengancam hingga Akhir Januari 2026

ILUSTRASI. BMKG memprediksi Jakarta dilanda cuaca ekstrem hingga akhir Januari 2026. Peningkatan intensitas hujan disertai angin kencang berpotensi banjir. Cek wilayah rawan! (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)


Sumber: Kompas.com  | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cuaca ekstrem masih berpotensi melanda Jakarta dalam beberapa hari ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi peningkatan intensitas hujan disertai angin kencang masih dapat terjadi hingga menjelang akhir Januari 2026, seiring dinamika atmosfer yang belum stabil.

Dalam beberapa waktu terakhir, hujan lebat yang mengguyur Jakarta telah memicu banjir, genangan, serta gangguan aktivitas masyarakat.

BMKG menyebut Jakarta termasuk wilayah yang terdampak cuaca ekstrem secara berulang dalam periode sepekan terakhir Januari.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, gangguan atmosfer yang terpantau saat ini memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan, khususnya di wilayah selatan Indonesia, termasuk Pulau Jawa dan Jakarta.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Januari ini,” kata Faisal melalui keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga: Waspada Banjir! Jakarta Hujan Sejak Jumat 23/1 Pagi, Ini Cara Pantau Banjir Real Time

“Dinamika atmosfer saat ini memang menunjukkan adanya peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah selatan Indonesia, tapi dengan kesiapsiagaan yang baik dan terus memantau informasi resmi dari BMKG, kita dapat meminimalkan risiko bencana,” ujar dia menambahkan.

Jakarta Masuk Wilayah Rawan hingga Akhir Januari

Berdasarkan hasil analisis BMKG, potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang masih membayangi Jakarta secara bertahap hingga akhir Januari 2026.

Jakarta tercatat berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada 21, 22, dan 23 Januari 2026, bersamaan dengan wilayah lain di Pulau Jawa.

Setelah itu, intensitas hujan diperkirakan masih fluktuatif mengikuti dinamika atmosfer yang bersifat cepat berubah.

BMKG menegaskan, meski terdapat kecenderungan penurunan di beberapa wilayah setelah 24 Januari, potensi cuaca ekstrem tetap harus diwaspadai karena sifat atmosfer yang dinamis.

Faktor Atmosfer Pemicu Cuaca Ekstrem

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani memaparkan, terdapat sejumlah faktor teknis yang memengaruhi cuaca ekstrem di Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Salah satunya adalah kemunculan Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia.

Baca Juga: Waspada Jakarta: Hujan Ekstrem Mengancam Hari Ini, Siapkan Diri!

Bibit siklon tersebut memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot atau 28 kilometer per jam dengan tekanan udara minimum 1001 hPa.

“Pergerakan sistem 97S ke arah barat dapat memicu penguatan pertemuan serta belokan angin dari pesisir barat Sumatera hingga Nusa Tenggara, yang dapat memicu peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan,” tutur Andri.

Selain itu, Monsun Asia diperkirakan menguat hingga 23 Januari 2026, disertai seruakan dingin (cold surge) dari daratan Asia.

Fenomena tersebut meningkatkan kecepatan angin dan mendorong pembentukan awan hujan secara masif di wilayah selatan khatulistiwa, termasuk Jakarta.

Aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuator, dan Gelombang Kelvin, yang didukung nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif, turut memperkuat pembentukan awan Cumulonimbus.

Kondisi ini diperparah oleh tingginya kelembapan udara dan labilitas atmosfer yang kuat.

OMC Diperpanjang hingga 27 Januari

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang operasi modifikasi cuaca (OMC) hingga Selasa, 27 Januari 2026.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan cuaca berdasarkan prediksi BMKG.

“Iya. Kami terus pantau prediksi BMKG bila perlu sampai dengan tanggal 27 Januari,” ujar Isnawa saat dikonfirmasi, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga: Jalan DI Panjaitan Macet Parah! Motor Mogok, Pengendara Terjebak Banjir

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya menyebut OMC telah dilakukan sejak 15 Januari 2026 dan semula direncanakan berakhir pada 22 Januari 2026.

Namun, Pemprov DKI menyiapkan anggaran OMC untuk satu bulan penuh yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam APBD.

“Kalau untuk anggaran OMC, jadi kami sudah menganggarkan untuk satu bulan ini. Bahkan terus terang ada apa istilahnya? Pergeseran BTT,” ucap Pramono.

Pramono juga meminta BMKG melakukan modifikasi cuaca tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di wilayah penyangga seperti Tangerang, Bekasi, Depok, dan Bogor.

“Kami juga menyampaikan kepada BMKG untuk BMKG konsentrasi jangan hanya Jakarta ya, kiri kanannya juga dilakukan modifikasi cuaca terutama ya Tangerang, Bekasi kemudian Bogor, Depok dan sebagainya,” ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat Jakarta untuk berhati-hati dalam merencanakan aktivitas luar ruang serta terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.

Selanjutnya: AAJI Resmikan Grha AAJI sebagai Pusat Pengembangan SDM Asuransi Jiwa

Menarik Dibaca: Berawan Tebal Mendominasi, Cek Prakiraan BMKG Cuaca Besok (24/1) di Jakarta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru