Jabodetabek

Pramono: Stasiun Harmoni MRT Akan Jadi TOD Paling Ramai di Pusat Jakarta

Selasa, 20 Januari 2026 | 17:52 WIB
Pramono: Stasiun Harmoni MRT Akan Jadi TOD Paling Ramai di Pusat Jakarta

ILUSTRASI. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (DOK/Bank DKI) Pramono Anung memimpin acara peletakan batu pertama (Groundbreaking) pembangunan gerbang (entrance) Stasiun Harmoni MRT Jakarta Fase 2A


Reporter: Vina Elvira  | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin acara peletakan batu pertama (Groundbreaking) pembangunan gerbang (entrance) Stasiun Harmoni MRT Jakarta Fase 2A di area pertokoan Duta Merlin, Jakarta Pusat, pada Selasa 20 Januari 2026. 

Dalam sambutanya, Pram menyatakan bahwa Stasiun Hamorni kelak akan menjadi titik transit oriented development (TOD) yang sangat ramai dan strategis. 

“Saya meyakini kalau di tahun 2029 TOD Harmoni ini sudah jadi, maka ini akan menjadi TOD yang sangat strategis,” ungkap Pram, di Jakarta, Selasa (20/1). 

Pram menyebut, kawasan Harmoni merupakan pusat bisnis dan mobilitas karena dikelilingi oleh kantor-kantor pemerintahan, seperti  Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet, Kantor Staf Presiden, serta perkantoran lain yang berada di sekitar Istana Negara. 

Baca Juga: Buruh Akan Gugat UMP Jakarta 2026 ke PTUN, Ini Tanggapan Pramono

“Saya yakin bahwa Stasiun Harmoni ini akan menjadi TOD yang pasti ramai sekali. Karena itu tadi, menjadi pusat bisnis dan sekaligus menjadi tempat mobilisasi orang, yang bekerja di kantor-kantor pemerintah,” sebutnya. 

Selain pusat aktivitas pemerintahan, kawasan Harmoni secara historis juga merupakan salah satu busat bisnis paling strategis di Jakarta. Mulai dari kawasan Harmoni hingga Gajah Mada Plaza pernah menjadi episentrum kegiatan ekonomi ibu kota.

Ia juga menekankan bahwa Stasiun Harmoni nantinya tidak hanya melayani MRT, tapi juga terintegrasi langsung dengan layanan Transjakarta. Integrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem transportasi publik Jakarta yang semakin terkoneksi. 

MRT Jakarta Fase 2 ditargetkan beroperasi hingga kwasan Monas, sebelum dilanjutkan ke stasiun lainnya. Pram menyebut, terdapat stasiun pemberhentian lanjutan, yakni Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, hingga Kota Tua.

Stasiun Harmoni merupakan bagian dari paket kontrak CP202 pembangunan fase 2A Lin Utara Selatan bersama dengan Stasiun Sawah Besar dan Mangga Besar. Dari sisi konstruksi, progres pembangunan tahun 2025 untuk paket kontrak CP202 telah mencapai 61%, sementara progres Stasiun Harmoni berada di level 56%. 

Ia menambahkan, saat ini tingkat konektivitas transportasi publik di Jakarta telah mencapai sekitar 92%, dan keberadaan MRT Fase 2 diharapkan semakin memperkuat sistem transportasi terintegrasi di ibu kota.

Di sisi lain, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat menjelaskan bahwa kawasan Duta Merlin ini akan bertransformasi menjadi gerbang masuk melalui penyediaan entrance 1 dan 2, termasuk fasilitas pooling tower dan ventilation tower di kawasan Duta Merlin seluas 2.186 meter persegi.

Adapun, Stasiun Harmoni memiliki panjang 252 meter, lebar 18 meter, dan kedalaman 17 meter, dengan dua lantai yang terdiri dari concourse dan platform. Stasiun ini akan memiliki tujuh entrance, yang terintegrasi dengan Halte BRT Transjakarta.

MRT Jakarta menargetkan pembangunan Stasiun Bundaran HI-Monas akan rampung pada 2027 dan Stasiun Harmoni-Kota di tahun 2029.

“MRT Jakarta berkomitmen untuk terus memastikan bahwa setiap pembangunan MRT menjunjung tinggi prinsip musyawarah, keterbukaan, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berorientasi pada keselamatan serta menghormati hak-hak masyarakat,” kata Tuhiyat.

Baca Juga: MRT Jakarta Mulai Bangun Pintu Masuk Stasiun Harmoni Fase 2A

Selanjutnya: AHY Sambangi Menkeu Purbaya, Bahas Utang Kereta Cepat Whoosh

Menarik Dibaca: Hasil Daihatsu Indonesia Masters 2026, 3 Unggulan di Sektor Ganda Bertumbangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Video Terkait


Terbaru