Pulung Karya: 11 pintu perlintasan selesai Desember

Senin, 09 November 2015 | 12:11 WIB

Reporter: RR Putri Werdiningsih  | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Pulung Karya mendapatkan kontrak pengadaan pintu perlintasan sebidang dari Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan senilai Rp 20 miliar.

Perusahaan konstruksi umum itu memenangkan lelang 11 pintu dari 43 pintu yang ditargetkan garap tahun ini. Proyek ini tersebar di pulau Jawa dan Sumatera.

“Ini alatnya sudah siap dan direncanakan pada pertengahan Desember sudah selesai,” kata Indra Wijaya, Direktur Utama PT Pulung Karya, di kantor Kementerian Perhubungan, Senin (9/11).

Teknologi peralatan ini didatangkan dari Amerika Serikat. Menurut Undra  ini bukan pertama kalinya ia mengerjakan proyek pintu perlintasan sebidang. Sebelumnya perusahaan pernah mengerjakan pintu perlintasan sebidang di kawasan Bintaro.

Hermanto Dwiatmoko, Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, mengatakan, 11 pintu perlintasan sebidang ini dilengkapi dengan early warning system (EWS) yang dilengkapi alat pendeteksi kereta api.

Dengan alat ini, maka dalam jarak sekitar 1000-1500 meter di sebelah kanan atau kiri, ketika kereta melintas sirine akan berbunyi dan jika dalam waktu beberapa detik setelahnya tombol penutup tidak ditekan, palang pintu akan otomatis tertutup dengan sendirinya.

Meski sudah bersifat semi otomatis, tetapi hal ini tidak membuat pemerintah mengurangi jumlah penjaga perlintasan. Setiap shif pintu perlintasan akan dijaga sekitar 3 petugas dan satu petugas cadangan. “Nanti kalau enggak dijaga khawatirnya hilang,” ujarnya.

Ia menargetkan agar pengerjaan 11 pintu perlintasan ini bisa selesai pada 15 Desember 2015 . Sedangkan 32 pintu perlintasan lainnya akan dilelang di daerah masing-masing dan juga diharapkan selesai pada waktu yang sama.

Sebanyak 11 pintu perlintasan tersebut, 5 pintu di antaranya akan ditempatkan pada perlintasan double track di pulau Jawa dan 6 pintu akan ditempatkan di perlintasan single track Sumatera.

Untuk pintu perlintasan ganda nilai kontraknya Rp 2 triliun dan untuk perlintasan single nilai investasinya Rp 1,6 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru