Peristiwa

Ridwan Kamil prediksi Jawa Barat akan mendekati kondisi normal bila warga disiplin

Senin, 13 April 2020 | 21:08 WIB Sumber: Kompas.com
Ridwan Kamil prediksi Jawa Barat akan mendekati kondisi normal bila warga disiplin

ILUSTRASI. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kanan), memberikan keterangan pers usai melakukan koordinasi, di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/3/2020).

KONTAN.CO.ID - BANDUNG.Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di lima daerah yakni Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi (Bodebek) akan dimulai pada 15 April mendatang.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil optimistis penanggulangan Covid-19 di Jabar akan terkendali dan terukur, mengingat adanya kekompakan para pemangku kepentingan dalam menanggulangi virus yang telah memakan korban jiwa ini.

Baca Juga: Chatib Basri: Skenario berat, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 0,3%

Semua tim di Jabar pun dikerahkan untuk memberikan edukasi dan konsekuensi terkait PSBB ini. "Konsep dari kita kekompakan, proaktif, kemudian transparan adalah kunci dari penanganan Covid-19 di Jabar," kata Emil di Mapolda Jabar, Senin (13/4/2020).

Apabila disiplin ini diterapkan, kata Emil, maka ia memprediksi akan ada penurunan penyebaran virus corona di Jawa Barat pada akhir Mei.

Sebaliknya apabila tidak disiplin, tren penurunan pun akan lama.

"Jika kita disiplin maka ada tren turun kurang lebih di akhir Mei, tapi kalau kita kurang disiplin maka tren turun kita masih lama kira-kira. Nah, PSBB ini diharapkan akan membuat tren turun kita di akhir Mei sehingga di bulan Juni harusnya kita bisa mendekati normal," kata Emil

Baca Juga: Anies Baswedan ungkap banyak perusahaan di Jakarta langgar aturan PSBB

Emil berharap, dengan PSBB pertama di Bodebek ini dan kedua di Bandung Raya nanti akan berdampak pada penurunan penyebaran virus corona.

"Saya berharap betul mudah-mudahan dengan PSBB yang ronde satu di Bodebek, kemudian ronde keduanya di Bandung Raya, akan membuat kalkulasi tren turun di akhir Mei dan Juni ini bisa seperti yang diprediksikan," tutur Emil.

Terkait kapan PSBB di Bandung Raya diusulkan, pihaknya masih membahasnya dengan kepala daerah setempat.

"Kalau sudah ada kesepakatan mungkin seperti halnya Bodebek, Rabu atau Kamis surat dikirim, Jumat atau Sabtu ada persetujuan dan baru seminggu berikutnya Bandung Raya. Jadi saya kira sesuai dengan urutan berdasarkan data. Basisnya data," kata Emil.

Sementara daerah lainnya, kata Emil, masih belum ada pengajuan. Pasalnya berdasarkan hasil kajian data, virus corona berkumpul di zona Bodebek dan Bandung Raya saja.

"Jadi bukan ditolak tapi memang tidak ada wacana, kecuali ada ajuan dan tentu akan kita bahas," ujar Emil.

Baca Juga: Presiden Putin: Wabah virus corona di Rusia semakin memburuk

Dikatakan, mayoritas mereka yang positif terpapar Covid-19 ini berada di Bodebek dan Bandung. Hal ini yang menguatkan Pemprov Jabar memutuskan PSBB di zona tersebut.

"Kalau tidak salah ada 450 yang positif dan mayoritas ada di Bodebek, sama ini menguatkan bahwa keputusan kita sudah tepat. PSBB itu harus di zona Bodebek karena mayoritas di Jabar itu dari lima yang tertinggi satu di Bandung dan empatnya di Bodebek. Jadi memang berkutatnya di lima tempat ini sehingga PSBB sesuai dengan urutan berdasarkan data tadi," ujar Emil. (Kontributor Bandung, Agie Permadi)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gubernur Jabar Prediksi Juni Dekati Normal jika Warga Disiplin"

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Noverius Laoli


Terbaru