Peristiwa

Rp 3.500 ke Bandara Soetta Dinilai Terlalu Murah, Tarif Bus Bakal Naik?

Rabu, 10 Juni 2026 | 15:25 WIB
Rp 3.500 ke Bandara Soetta Dinilai Terlalu Murah, Tarif Bus Bakal Naik?

ILUSTRASI. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mempertimbangkan penyesuaian tarif layanan bus Transjabodetabek. (ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAH)


Sumber: Kompas.com  | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mempertimbangkan penyesuaian tarif layanan bus Transjabodetabek.

Kebijakan ini menjadi perhatian karena menyangkut biaya perjalanan masyarakat, khususnya pengguna transportasi umum yang setiap hari mengandalkan layanan tersebut untuk beraktivitas.

Meski ada wacana kenaikan tarif, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan subsidi transportasi tetap akan diberikan sehingga masyarakat tidak terbebani oleh perubahan tarif yang akan diputuskan dalam waktu dekat.

"Untuk Transjabodetabek terus terang segera kami putuskan," ujar Pramono, Rabu (10/6/2026).

Ia menegaskan bahwa layanan tersebut tetap akan mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah.

"Enggak mungkin enggak disubsidi, pasti tetap akan disubsidi," katanya.

Kenaikan Tarif Jangan Memicu Peralihan ke Kendaraan Pribadi

Pramono menyampaikan bahwa besaran kenaikan tarif Transjabodetabek akan dikaji secara hati-hati.

Menurutnya, tujuan utama transportasi publik adalah menarik masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Karena itu, tarif yang ditetapkan harus tetap terjangkau.

Baca Juga: BBM BP dan Vivo Ikut Naik, Intip Update Harga di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

"Prinsipnya pasti saya mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh tidak membuat orang kemudian beralih kepada kendaraan pribadi kembali," ujarnya.

Salah satu rute yang menjadi perhatian adalah layanan Transjabodetabek Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.

Saat ini tarif perjalanan untuk rute tersebut masih sebesar Rp 3.500. Menurut Pramono, tarif tersebut sangat murah dibandingkan moda transportasi lain menuju bandara.

"Kalau kemudian Rp 3.500 untuk parkir di Soekarno-Hatta saja tidak cukup, maka yang begitulah akan ada penyesuaian," katanya.

Beban Subsidi Besar

Rencana penyesuaian tarif tidak lepas dari besarnya beban subsidi yang harus ditanggung Pemprov DKI Jakarta.

Selain biaya operasional, pemerintah daerah juga harus menanggung biaya pemeliharaan halte yang berada di luar wilayah Jakarta.

Meski demikian, Pemprov DKI berkomitmen meningkatkan kualitas layanan Transjabodetabek melalui perbaikan operasional dan penambahan armada.

Konektivitas Tinggi, Pengguna Masih Rendah

Pramono mengungkapkan bahwa tingkat konektivitas transportasi di Jakarta saat ini telah mencapai 93%.

Namun, tingkat pemanfaatannya masih berada di bawah 30% dari total masyarakat yang sebenarnya sudah dapat mengakses jaringan transportasi tersebut.

Tonton: Jaga Rupiah dan Inflasi, BI Kerek Suku Bunga Acuan 25 Bps dan Rilis Insentif Swap 10%

"Ini akan menjadi sangat baik kalau kemudian orang terus-menerus menggunakan transportasi umum sudah di atas angka 30 persen. Apakah bisa? Saya yakin bisa," katanya.

Ia juga optimistis minat masyarakat menggunakan transportasi umum akan meningkat setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu, kebijakan transportasi gratis bagi 15 golongan masyarakat tertentu dinilai dapat menjadi faktor pendorong semakin banyak warga beralih ke angkutan umum.
 

Tarif Transjabodetabek Menuju Bandara Soetta

Moda Transportasi Tarif
Transjabodetabek Blok M–Soetta Rp 3.500
Tarif Parkir Mobil Soetta* > Rp 3.500
Bus Bandara (Damri)* Jauh di atas Rp 3.500
Taksi Bandara* Jauh di atas Rp 3.500

*Keterangan: Tarif moda lain dapat diperbarui sesuai data terbaru operator.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul: "https://otomotif.kompas.com/read/2026/06/10/111438015/pemprov-dki-pertimbangkan-kenaikan-tarif-bus-transjakarta"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru