kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Sebanyak 6 desa di Bima terdampak banjir bandang dan sejumlah fasilitas umum rusak


Minggu, 17 Maret 2019 / 14:49 WIB
Sebanyak 6 desa di Bima terdampak banjir bandang dan sejumlah fasilitas umum rusak

Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - BIMA. Sebanyak enam desa di Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), terdampak luapan air akibat banjir bandang pada Sabtu (16/3) sore. Enam desa yang terdampak banjir ini adalah Desa Taloko, Sandue, Kore, Boro, Piong, dan Desa Oi Saro.

Dari informasi yang diperoleh Kompas.com, akibat banjir yang mengepung enam desa di Kecamatan Sanggar itu, sejumlah fasilitas umum dan beberapa rumah penduduk rusak. Fasilitas umum yang rusak di antaranya sekolah, jembatan penghubung desa, bendungan, dan kantor polisi serta fasilitas pemerintah lainnya.


Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara, kerugian materil masih dalam proses penghitungan. "Yang terdampak banjir ada enam desa dengan ketinggian air hampir 1 meter. Beberapa fasilitas umum yang rusak di antaranya seperti pagar Polsek dan Pantor UPK rusak. Rumah warga ada beberapa yang rusak. Untuk jumlah pastinya belum diketahui, kami masih mengumpulkan data," kata Camat Sanggar, Ahmad SH, saat dihubungi, Minggu (17/3) pagi.

Ahmad mengatakan, banjir bandang itu terjadi pada Sabtu sore sekitar pukul 17.30 Wita. Saat itu, hujan lebat mengguyur Kecamatan Sanggar sejak siang hingga menjelang malam. Hujan yang berlangsung cukup lama itu menyebabkan debit air di sungai naik dan meluap hingga ke permukiman padat penduduk.

"Saat banjir, warga sempat mengungsi di Kantor Camat. Namun, saat ini mereka sudah kembali ke rumah masing-masing," ujar Ahmad.

Ahmad mengatakan, banjir ini juga menyebabkan satu jembatan putus di Desa Boro, Kecamatan Sanggar. Selain itu, ratusan hektar lahan pertanian padi yang siap panen dipastikan rusak karena terendam banjir setinggi 1 meter.

Ahmad menjelaskan, saat ini kondisi banjir telah surut dan hanya tinggal genangan di pekarangan rumah, jalan, dan persawahan. Warga juga udah kembali ke rumah masing-masing setelah banjir surut.

Saat ini, warga dibantu petugas gabungan tengah melakukan pembersihan material yang memenuhi pekarangan hingga menutup ruas jalan. Sementara itu, tim dari BPBD bersama aparat dan perangkat desa setempat sedang mendatangi lokasi jembatan yang ambrol untuk melakukan pendataan dan kajian cepat.

"Ada dua unit jembatan putus, saat ini BPBD Bima bersama masyarakat, Babinsa dan Kamtibmas melakukan gotong royong membuat jalur alternatif," kata Kasubdit Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Bambang Hermawan.

Berdasarkan pendataan BPBD, di Desa Desa Piong, 25 rumah rusak berat dan ratusan rumah lainya rusak ringan serta 1 bendungan rusak berat.

Sementara, di Desa Oi Saro, dua fasilitas umum rusak seperti seperti pagar SMP 2 Sanggar sepanjang 30 meter jebol dan 1 jembatan rusak pada bagian sayap. Sedangkan di Desa Kore, fasilitas umum yang terdampak banjir meliputi Kantor Polsek Sanggar, Koramil, SDN 1 Kore dan 4 TK pembina serta Kantor Camat.

"Untuk lahan pertanian di semua Desa yang terdampak rusak diterjang banjir dan dipastikan gagal panen," kata Bambang. (Syarifudin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "6 Desa di Bima Terdampak Banjir Bandang, Satu Jembatan Putus",
 




TERBARU

Close [X]
×