HOME

Sebanyak 5.818 gempa telah mengguncang Indonesia, begini penjelasan BMKG

Rabu, 08 Juli 2020 | 09:40 WIB Sumber: Kompas.com
Sebanyak 5.818 gempa telah mengguncang Indonesia, begini penjelasan BMKG

ILUSTRASI. Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/kye/17.

KONTAN.CO.ID - BENGKULU. Hasil monitoring BMKG menunjukkan selama periode 2008-2019, rata-rata dalam setahun terjadi gempa sebanyak 5.818 kali, gempa signifikan dengan magnitudo di atas 5,0 sebanyak 347 kali dan 2 tahun sekali terjadi gempa berpotensi tsunami. Hal ini disampaikan Kepala BMKG Stasiun Kepahiang, Bengkulu, Litman, Selasa (7/7/2020). 

"Wilayah Indonesia merupakan bagian dari jalur gempa dunia yang terbentang dari Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Flores, Alor, Laut Banda, Seram, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua," kata Litman dalam rilisnya pada kompas.com. 

Baca Juga: Ini tanggapan Kementerian ESDM dan Pertamina soal penerapan subsidi LPG dengan kartu

Sebagai wilayah yang terletak pada jalur gempa aktif, kondisi fisiografi wilayah Indonesia sangat dipengaruhi oleh aktivitas tumbukan 3 lempeng tektonik utama dunia. Yaitu Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. 

Ketiga lempeng tektonik tersebut bertumbukan dan bergerak secara relatif antara satu dengan yang lain, menjadikan wilayah Indonesia sebagai salah satu kawasan rawan gempa dan tsunami di dunia. Wilayah Indonesia memiliki banyak sumber gempa. 

Secara umum, kata dia Indonesia memiliki 13 segmentasi sumber gempa megathrust. Selain itu kita juga memiliki sebanyak 295 segmentasi sesar aktif. Berdasarkan kondisi tektonik yang kompleks ini, maka gempa dapat terjadi kapan saja dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman. 

Terkait kondisi wilayah Indonesia yang rawan gempa dan tsunami ini, BMKG memiliki tugas dan kewajiban dalam menyediakan informasi gempa dan peringatan dini tsunami yang tertuang dalam UU No. 31 Tahun 2009,dan Perpres No. 93 Tahun 2019. 

Baca Juga: Ini film Netflix terbaru yang bakal dirilis sepanjang pekan ini

Informasi Gempa Sebagai salah satu implementasi dari tugas dan kewajiban tersebut di atas maka BMKG melaksanakan kegiatan pemasangan alat penyebarluasan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami yaitu Warning Receiver System (WRS) di berbagai wilayah rawan gempa dan tsunami di Indonesia. 

Sejak Tahun 2008 BMKG sudah memasang sebanyak 275 peralatan WRS. Namun demikian, mengingat peralatan WRS masih sangat dibutuhkan oleh Pemerintah daerah dan kantor Lembaga/Kementerian terkait, maka pada tahun 2020 ini, BMKG memasang WRS generasi terbaru di 315 lokasi.  

WRS generasi terbaru yang tentu saja menggunakan teknologi terbaru ini memiliki nama baru yaitu “WRS NewGen” yang berbeda dengan WRS sebelumnya. WRS NewGen merupakan terobosan baru BMKG dalam penyebarluasan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami, karena alat ini akan memberikan informasi gempa secara lebih cepat karena bersifat “real time”. 

Lokasi pemasangan WRS NewGen tahun 2020 ini mencakup Kantor Kementrian/Lembaga yang tersebut dalam Perpres No. 93 Tahun 2019 dan institusi yang terlibat dalam penanganan bencana gempa dan tsunami seperti Kantor Pemerintah Daerah (BPBD), Kantor Media Televisi/Radio, serta Institusi terkait yang memiliki kerjasama dengan BMKG terkait sharing data dan informasi. 

Baca Juga: Gempa di Jepara, Pertamina pastikan penyaluran BBM dan LPG tetap aman

Dengan terpasangnya WRS NewGen ini diharapkan dapat meningkatkan performa penyebarluasan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami dari BMKG Pusat Jakarta ke kantor unit pelaksana teknis BMKG, Pemerintah Daerah, Lembaga/Kementerian, Media, dan lembaga lain yang terkait penanganan bencana. 

Provinsi Bengkulu sendiri dipasang di lima lokasi yaitu di Stasiun Geofisika Kepahiang (BMKG Kepahiang), Kantor Bupati Kaur, Kantor Bupati Seluma, Kantor Bupati Bengkulu Utara, Kantor Bupati Mukomuko (sementara di BPBD Mukomuko). 

Lokasi kantor bupati Kaur atas permintaan bupati akhirnya dipasang di kantor BPBD Kaur, lokasi kantor bupati Mukomuko sementara dipasang di kantor BPBD Mukomuko karena kantor bupati akan direhab. 
Harapan kita dengan adanya percepatan penyebarluasan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami ini, maka akan dapat mempercepat respon dalam penanganan bencana, sehingga dapat memberikan manfaat nyata dalam *menyelamatkan masyarakat Indonesia dari bencana.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penjelasan BMKG Soal Banyaknya Gempa di Indonesia, Selama Setahun Terjadi 5.818 Gempa"

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Handoyo .


Terbaru