Sejarah Muktamar NU dari Masa ke Masa: Diselenggarakan Sejak 1926 di Surabaya

Rabu, 22 Desember 2021 | 14:27 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Sejarah Muktamar NU dari Masa ke Masa: Diselenggarakan Sejak 1926 di Surabaya

ILUSTRASI. Sejarah Muktamar NU dari Masa ke Masa: Diselenggarakan Sejak 1926 di Surabaya. Surya/Ahmad Zaimul Haq.

KONTAN.CO.ID - Muktamar NU di Lampung resmi digelar pada hari ini, Rabu (22/12/2021) hingga besok, Kamis (23/12/2021). Ternyata, sejarah muktamar NU diselenggarakan sejak sebelum masa Kemerdekaan.  

Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 kali ini digelar dengan sejumlah agenda. Salah satunya adalah mengenai pemilihan ketua umum (ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Muktamar NU adalah forum permusyawaratan tertinggi NU yang dilaksanakan untuk berbagai agenda, yakni mengevaluasi kinerja kepengurusan, menyusun program baru, dan memilih pengurus untuk periode selanjutnya.

Dalam muktamar NU juga dibahas masalah keagamaan dalam forum yang dinamakan Bahtsul Masa'il.

Muktamar NU diikuti oleh kepengurusan pusat yakni Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), kepengurusan tingkat provinsi yakni Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), dan kepengurusan tingkat kabupaten yakni Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).

Lantas, seperti apa sejarah muktamar NU dari masa ke masa?

Baca Juga: Muktamar NU Ke-34: Gus Yahya Ajak Nahdliyin Tidak Sekadar Pahami NU Sebagai Identitas

Sejarah Muktamar NU

Ssejarah muktamar NU dimulai sejak 1926 di Surabaya. Muktamar NU yang pertama kali diadakan pada Oktober, tepatnya 21 Oktober 1926.

Muktamar NU tersebut diselengarakan tak lama setelah NU berdiri dan tetap terselenggara di Surabaya sampai muktamar ketiga.

Dirangkum dari laman NU Online, pada tahun-tahun berikutnya, muktamar secara berurutan diselenggarakan semakin ke Jawa bagian Barat yakni Semarang (1929), Pekalongan (1930), Cirebon (1931), Bandung (1932), dan Jakarta (1933). Kemudian pindah ke Banyuwangi (1934), dan selanjutnya terselenggara secara acak.

Sejarah muktamar NU di luar Jawa pertama kali diselenggarakan di Banjarmasin pada 1936. Lalu, muktamar NU pada 1941 juga direncanakan dilakukan di Palembang, namun batal lantaran Perang Asia Pasifik.

Baca Juga: Jokowi: NU Miliki Potensi Kekuatan Pemerataan Ekonomi Umat

Editor: Virdita Ratriani
Terbaru