Jabodetabek

Siloam Hospitals TB Simatupang Perkuat Layanan Deteksi Dini Kanker Saluran Cerna

Jumat, 13 Februari 2026 | 22:55 WIB
Siloam Hospitals TB Simatupang Perkuat Layanan Deteksi Dini Kanker Saluran Cerna

ILUSTRASI. Siloam Hospitals (DOK/IST)


Reporter: Yudho Winarto  | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam momentum Hari Kanker Sedunia yang diperingati setiap 4 Februari dengan tema United by Unique, Siloam Hospitals TB Simatupang menegaskan komitmennya menghadirkan layanan kesehatan yang terpersonalisasi, termasuk pada area kanker saluran cerna.

Sebagai fasilitas kesehatan swasta dengan layanan unggulan di bidang kardiologi, neuroscience, dan ortopedi, rumah sakit ini kini semakin memperkuat pelayanan pada deteksi dini dan penanganan kanker, khususnya kanker lambung dan kolorektal.

Pendekatan yang diusung menekankan pemahaman perjalanan penyakit setiap pasien serta kebutuhan medis yang spesifik.

Baca Juga: Tekan Inflasi Jelang Ramadan, Kadin Sultra Gelar Gerakan Pangan Murah di Kendari

Pentingnya Deteksi Dini Infeksi H. pylori

Lebih dari setengah populasi dunia diperkirakan terinfeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori), dengan tingkat prevalensi yang berbeda di tiap wilayah.

Bakteri ini berkoloni di mukosa lambung dan menghasilkan enzim urease yang dapat memicu dispepsia, gastritis, ulkus lambung, hingga komplikasi lanjut seperti limfoma MALT dan kanker lambung.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Tekan Pariwisata Kabupaten Bandung

Bahkan, H. pylori telah diklasifikasikan sebagai karsinogen kelas I oleh International Agency for Research on Cancer. Secara global, kanker lambung terdiagnosis pada sekitar satu juta orang setiap tahun, dengan angka kematian mencapai 700.000 kasus.

dr. David Reinhard Sumantri Samosir, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa diagnosis infeksi H. pylori dapat dilakukan melalui metode non-invasif seperti Urea Breath Test (UBT), maupun prosedur invasif seperti endoskopi dan biopsi lambung.

“UBT menjadi pilihan utama pemeriksaan non-invasif dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi. Selain mendeteksi infeksi, UBT juga berperan mengevaluasi keberhasilan terapi eradikasi maupun kekambuhan,” jelas dr. David dalam keterangan resminya, Jumat (13/2/2026).

Ia menambahkan, penelitian terbaru menunjukkan infeksi H. pylori juga berpotensi meningkatkan risiko terbentuknya polip usus besar yang dapat menjadi awal kanker.

Baca Juga: 13 Februari Memperingati Hari Radio Sedunia yang Mengusung Topik Radio dan AI

Layanan Endoskopi dan Bedah Digestif Komprehensif

Siloam Hospitals TB Simatupang menyediakan fasilitas endoskopi lengkap, mulai dari gastroskopi (saluran cerna atas), kolonoskopi (saluran cerna bawah), hingga prosedur khusus seperti kapsul endoskopi tanpa bius dan nasal endoskopi.

Pada kasus kanker kolorektal atau kondisi lanjutan lainnya, penanganan dilakukan oleh subspesialis bedah digestif.

dr. Mudatsir, SpB Subsp. BD(K), FINACS menjelaskan bahwa terapi kanker saluran cerna bersifat individual.

“Strategi terapi ditentukan berdasarkan kondisi pasien, ukuran tumor, dan luas penyebaran. Jika belum terjadi metastasis luas, operasi kuratif dapat dilakukan dengan mengangkat jaringan tumor beserta usus yang terlibat dan cabang pangkal pembuluh darahnya, sehingga menurunkan risiko kekambuhan,” ujarnya.

Ia menegaskan, deteksi dini berperan besar dalam meningkatkan keberhasilan terapi. Pada kanker kolon, skrining dapat dilakukan melalui pemeriksaan darah samar pada feses (fecal occult blood test) dan penanda tumor seperti CEA.

Jika ditemukan kecurigaan keganasan, kolonoskopi menjadi langkah lanjutan untuk memastikan diagnosis dan mempercepat penanganan.

Baca Juga: Makin Jadi Andalan Warga! MRT Jakarta Catat 4,1 Juta Pelanggan pada Januari 2026

One-Stop Solution Penanganan Digestif

Hospital Director Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Dewi Wiguna, M.Sc, menyampaikan bahwa kesiapan layanan diagnostik dan dukungan tim multidisiplin menjadikan rumah sakit ini sebagai one-stop solution untuk penyakit saluran cerna.

“Khusus pemeriksaan kanker lambung dan kolorektal, kami menyediakan layanan komprehensif yang mengombinasikan UBT, endoskopi, serta tumor marker seperti CEA dan CA 72-4. Layanan UBT dan endoskopi juga menerima rujukan dari rumah sakit non-Siloam,” jelasnya.

Melalui pendekatan yang terpersonalisasi dan berfokus pada keselamatan pasien, Siloam Hospitals TB Simatupang berharap semakin banyak masyarakat yang sadar pentingnya deteksi dini untuk meningkatkan peluang kesembuhan kanker saluran cerna.

 

Selanjutnya: Sinergi BPR, Koperasi dan Securities Crowdfunding Jadi Kunci UMKM Naik Kelas

Menarik Dibaca: 15 Menu Diet untuk Sarapan agar Berat Badan Turun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru