Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.093
  • EMAS656.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Siswi SMP korban pengeroyokan tolak diversi, minta kasusnya selesai di pengadilan

Jumat, 12 April 2019 / 09:57 WIB

Siswi SMP korban pengeroyokan tolak diversi, minta kasusnya selesai di pengadilan
ILUSTRASI. Para siswi SMA yang terseret kasus dugaan pengeroyokan siswi SMP

KONTAN.CO.ID - PONTIANAK. Upaya hukum diversi, terkait penanganan kasus pengeroyokan AD (14), siswi SMP oleh geng siswi SMA di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, gagal. Upaya hukum diversi adalah pengalihan penanganan kasus di luar pengadilan.  

Pantauan Kompas.com, pertemuan untuk upaya hukum diversi yang digelar di Posko Zona Integritas Polresta Pontianak, Kamis (11/4) malam, tersebut berlangsung alot. Dimulai pukul 20.00 WIB, baru berakhir pukul 23.00 WIB. 


Ketua Tim Pengacara korban, Daniel Tangkau menerangkan, mereka tetap kukuh untuk melanjutkan proses hukum hingga ke pengadilan. Dia memastikan, penolakan ini juga merupakan permintaan pihak keluarga korban. 

"Ini gagal, kita tolak (diversi) dan kita lanjutkan di tingkat pengadilan (lanjut proses hukum)," kata Daniel, usai upaya diversi.

Daniel beralasan, dengan melanjutkan proses hukum hingga ke pengadilan, diharap membuat efek jera kepada para pelaku. Efek jera bukan hanya kepada ketiga tersangka, melainkan seluruh masyarakat Indonesia yang melakukan tindakan serupa. 

"Kita ingin buat efek jera terhadap anak-anak yang nakal seperti ini," tegasnya. Dijelaskannya, perihal apapun putusan di meja pengadilan dan butuh waktu berapa lama pun proses hukum ini berlanjut, dia dan pihak kelurga tidak akan mengambil pusing, sebab itu mutlak keputusan hakim. 
"Kita berdebatlah nanti di meja pengadilan untuk membuktikan siapa salah dan siapa yang benar," ujarnya. 

Anggota tim pengacara korban, Erik Mahendra Pratama menambahkan, penolakan diversi juga terkait dengan korban yang saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Pro Medika Pontianak. 
Sebagaimana diketahui, korban masih mengalami trauma psikis yang berat. Dan tentunya untuk pemulihan total memerlukan waktu yang tidak sebentar. Untuk itu proses hukum tetap berlanjut sampai pengadilan. 

"Diversi kami tolak dengan tegas sesuai dengan permintaan pihak keluarga korban, karena mengingat korban sendiri masih dirawat dan belum pulih dari trauma psikis," kata Erik Mahendra. 

Tersangka direkomendasikan sanksi pelayanan sosial 

Sementara itu, pengacara ketiga tersangka, Deni Amirudin menerangkan, dalam upaya diversi itu, Bapas Kemenkumham Kalbar, merekomendasikan agar ketiga tersangka dikenakan sanksi sosial berupa pelayanan masyarakat selama tiga bulan.  

Rekomendasi sudah dikaji dalam dua hari belakangan. Selain karena sudah memenuhi syarat-syarat yang ada dalam amanah undang-undang perlindungan anak, rekomendasi ini juga dianjurkan, mengingat ketiga tersangka telah menyesali atas perbuatan mereka. 

Menurut dia, perlu diketahui, upaya diversi bukan sebuah upaya untuk mendamaikan kedua belah pihak atau upaya untuk menggugurkan pidana terhadap pelaku, namun lebih ke arah bagaimana penyelesaian tindak pidana anak di luar pengadilan atau persidangan. 

"Dalam perkara anak, upaya diversi dapat dilakukan tiga kali. Yakni di kepolisian (saat ini), kejaksaan dan di pengadilan nanti," jelasnya. 

Pertemuan yang melibatkan masing-masing keluarga korban dan tiga tersangka, dengan didampingi pengacara, Bapas Kemenkumham Kalbar, Peksos Dinas Sosial Kota Pontianak serta KPPAD Kalbar. (Kontributor Pontianak, Hendra Cipta)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Siswi SMP Korban Pengeroyokan Tolak Upaya Diversi, Minta Kasusnya Selesai di Pengadilan"


Sumber : Kompas.com
Editor: Tendi
Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0528 || diagnostic_web = 0.8783

Close [X]
×