KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Masalah menahun bau busuk Kali Item saat ini sedang ditangani. Masalah bau ini berawal dari produsen tempe yang membuang hasil limbah produksinya ke sungai.
Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menginginkan agar pengusaha-pengusaha temped dan tahu untuk menutup usahanya, guna meminimalisir kondisi Kali Item. Namun untuk tindak lanjutnya akan dicarikan lagi alternatif agar masalah UKM ini tidak berimbas.
“Sudah didata oleh Pemerintah Kota Jakarta Pusat dan Utara, sudah dikirim juga temen-dari dari Dinas UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah). Mereka diminta untuk stop produksi dan dicarikan solusi lain supaya tidak membuang limbahnya ke Kali Sentiong (Kali Item),” kata Sandiaga baru-baru ini.
Lain Sandiaga, lain lagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ia menyebut kegiatan UKM ini tidak akan dihentikan, namun sejauh ini pemerintah akan berusaha untuk melibatkan PD PAL Jaya untuk berkoordinasi dalam pengelolaan limbah industri.
“Yang penting bukan produksi atau tidak. Yang penting limbahnya dibuang ke sungai atau tidak. Jadi jangan juga kita menghentikan kegiatan perekonomian, karena ini adalah dapur mereka. Jadi kegiatan usaha boleh jalan, tapi limbahnya dikelola sehingga tidak dibuang ke sungai,” kata Anies di Planet Futsal Jakarta, Minggu (29/7).
Anies juga menegaskan, sejauh ini keterlibatan banyak pihak terkait untuk mengelola Kali Item sudah mulai berjalan. Masalah Kali Item ini merupakan masalah krusial dimana lokasinya sangat dekat dengan wisma atlet dan dikhawatirkan jika tidak ditangani secara benar, Indonesia akan menanggung malu sebagai negara penyelenggaraan Asian Games.
“Sebagian (Dinas Lingkungan Hidup) sudah, nanti dicek aja,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News