kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Tak punya uang sewa ambulans, Bupati Pelalawan pernah gendong jenazah anaknya


Jumat, 24 Januari 2020 / 17:59 WIB
Tak punya uang sewa ambulans, Bupati Pelalawan pernah gendong jenazah anaknya
ILUSTRASI. Bupati Pelalawan H.M. Harris (tengah) bersama Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara V/PTPN V Jatmiko K. Santosa (kiri) disaksikan Ketua DRPD Pelalawan Adi Sukemi, memperilihatkan surat kerjasama pembangunan kebun dan pabrik kelapa berteknologi canggih us

Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Bupati Pelalawan HM Harris mengungkapkan, pernah menggendong jenazah anaknya yang meninggal karena sakit untuk dia bawa pulang ke rumah. Aksi itu ia lakukan karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans. 

Kisah tersebut Harris ceritakan saat memberi sambutan dalam Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Raker Kesda) di aula Kantor Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pelalawan, Kamis (23/1). 

Saat menceritakan kisahnya itu, Harris sempat tak bersuara sekitar lima menit. Ia terlihat terdiam dan mengambil tisu untuk mengusap air matanya. 

Baca Juga: Ketika Jokowi pakai mobil rental kunjungi lokasi kebakaran lahan di Riau

Menurut Harris, peristiwa tersebut terjadi saat dia belum menjabat bupati. Kala itu, dia gagal menjalankan bisnis di Pulau Jawa dan memilih pulang ke Pekanbaru. 

Ia tak memiliki banyak harta dan uang, yang ada hanya cukup untuk makan sehari-hari. Dalam keadaan pas-pasan, anak keduanya jatuh sakit. Harris dan istrinya, Ratna Mainar, membawanya berobat ke rumah sakit. 

Mereka menjual barang-barang yang tersisa untuk biaya berobat. Namun, takdir berkata lain. Anak kedua Harris meninggal dunia. Karena tak memiliki uang untuk menyewa ambulans, Harris menggendong jenazah anaknya pulang ke rumah. 

Baca Juga: Gandeng BPPT, Pemkab Pelalawan kembangkan industri hilir kelapa sawit

"Siapa pun yang sakit, tolong diobati segera tanpa memandang latar belakang pasien. Ini perlu saya tegaskan," kata Harris dengan suara serak sehabis menangis setelah berhasil mengontrol emosinya.

Melansir Tribunnews.com, Harris meminta agar semua petugas kesehatan bekerja dengan ikhlas dan tulus melayani warga yang sakit. Selain itu, dia menegaskan komitmen daerah yang mengedepankan pelayanan kesehatan gratis. 

"Jangan pernah melihat pasien dari suku, agama, rasnya, dan golongannya. Mau dia kaya, miskin, pendatang, atau tempatan. Yang pasti layani dulu, nanti yang lain bisa diurus kemudian," tegas Harris lagi. 

Baca Juga: Pertamina MOR I sudah operasikan 18 SPBU untuk program BBM Satu harga

Dia juga mengatakan, anggaran untuk kesehatan dari APBD sudah besar sehingga tak ada alasan warga yang sakit tak diobati. "Jadi, tak ada alasan bagi warga yang sakit untuk tidak diobati," sebutnya.

Editor: Rachmawati

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Bupati Pelalawan Gendong Jenazah Anaknya karena Tak Ada Biaya Sewa Ambulans"



TERBARU
Terpopuler

[X]
×