Tiga Investor Pengembangan MRT Jakarta Ditargetkan Sudah Teken MoU November Nanti

Senin, 24 Oktober 2022 | 12:40 WIB   Reporter: Syamsul Ashar
Tiga Investor Pengembangan MRT Jakarta Ditargetkan Sudah Teken MoU November Nanti

ILUSTRASI. Menhub Budi Karya Sumadi Menemui Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono Senin 24 Oktober 2022 membahas pengembangan MRT Jakarta, dan energi listrik.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perhubungan menargetkan pada bulan depan bisa meneken komitmen kerjasama dan investasi pengembangan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta tahap IV.

Targetnya investor dari Korea Selatan, Inggris Raya dan Jepang bisa bersama-sama meneken MOU pengembangan mass rapid transiti di sekitar Jakarta ini.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan hal ini saat bertemu dengan Pejabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, di kantor Kementerian Perhubungan Kamis (24/10).

Budi Karya menyebut pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah melakukan koordinasi cukup penting. 

Bagi Menhub Jakarta adalah satu role model bagi kota-kota yang lain di tanah air, seperti sektor transportasi menjadi satu kegiatan sering menjadi contoh bagi wilayah lainnya.

Baca Juga: KTT G20 Momentum Pas Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Pada pertemuan itu Menhub dan Gubernur DKI Jakarta membahas pengembangan angkutan umum massal, yakni bahwa MRT sudah tahap satu dan tahap dua. 

Selain itu untuk MRT investornya bukan saja Jepang yang menyatakan minat, tetapi sudah ada dari Korea dan dari Inggris Raya atawa United Kingdom (UK). 

"Oleh karena itu, kami harapkan dalam kegiatan G20 November 2022 nanti, Kami bisa melakukan MoU dengan ketiga negara tersebut," tandas Menteri Budi Karya Sumadi.

Di samping pembahasan MRT, pembahasan antara Pemprov DKI Jakarta dengan Kemenhub selanjutnya adalah terkait kendaraan berbasis listrik. 

Hal ini menjadi fokus perhatian karena keberadaan kendaraan, seperti mobil dan motor listrik ini menjadi konsep Presiden Joko Widodo, dimana memiliki keuntungan, seperti irit bahan bakar dan lingkungan menjadi terjaga.

Baca Juga: Temui Menhub Gubernur DKI Heru Budi Bahas Investor Pengembangan MRT & Energi Hijau

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan segera mengeksekusi program-program kerjasama dengan pemerintah pusat di sektor perhubungan.

Salah satu kerjasama itu adalah dukungan bagi penciptaan energi bersih dengan cara memobilisasi masyarakat menggunakan transportasi massal.

Selain itu Pemrov DKI Jakarta juga akan mengoptimalkan dukungan agar warga Jakarta yang menggunakan transportasi massal, juga menggunakan kendaraan berbasis energi hijau seperti penggunaan energi listrik.

Karena itulah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merealisasikan penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di tempat-tempat publik.

Rencana dukungan bagi program pemerintah pusat ini terungkap saat Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono bertemu dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di Gedung Kemenhub RI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada Senin (24/10).

Baca Juga: Motor Listrik Electrum Jadi Kendaraan Resmi KTT G20 di Bali

Pertemuan itu membahas upaya percepatan integrasi transportasi umum massal, serta ketersediaan kendaraan umum berbasis listrik di Jakarta. 

Menurut Gubernur Heru dirinya akan menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Menteri Budi Karya, dengan melakukan kajian dan koordinasi dengan jajarannya di Pemprov DKI

Ia juga akan membuka kemungkinan kerja sama dengan para pemangku kepentingan sektor swasta, misalnya terkait penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di tempat publik.

"Jadi, apa yang tadi disampaikan (Menteri Budi Karya) poin-poinnya akan kami eksekusi. Ada beberapa yang bisa segera kami eksekusi, seperti di Manggarai dan Tanah Abang bakal ada penambahan SPKLU," terang Heru. 

Selain itu ke depannya, pemerintah daerah DKI Jakarta sedang melakukan kajian apakah akann bekerjasama dengan pelaku usaha swasta agar setiap gedung ada SPKLU. 

Untuk itu Pemprov DKI Jakarta akan membatu mempermudah perizinannya bagi setiap gedung untuk menyiapkan  tempat SPKLU.

Baca Juga: Kemhub Ajak Investor Korea Masuk Proyek MRT

Sementara pembahasan mengenai pengembangan Light Rapid Transit (LRT) dan Moda Raya Terpadu (MRT) Pemrpov DKI Jakarta dan Kemenhub akan melakukan sinkronisasi khususnya terkait dukungan pembiayaan di anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2023

Ada beberapa yang bisa kami lakukan. Masih banyak pekerjaan yang perlu diselesaikan di sektor transportasi, nanti secara bertahap hal yang kita prioritaskan hasilnya akan terlihat," terang Pj Gubernur Heru Budi Hartono.

Pada pertemuan dengan Menteri Perhubungan tersebut Heru didampingi Asisten Perekonomian Sri Haryati, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Afan Adriansyah, Kepala Bappeda Atika Nur Rahmania, serta Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Syamsul Azhar

Terbaru