Nusantara

Potensi Wisata Sumbawa Dibidik Masuk Pasar Digital Lewat OTA

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:36 WIB
Potensi Wisata Sumbawa Dibidik Masuk Pasar Digital Lewat OTA

ILUSTRASI. Senja di Pantai Maluk, Sumbawa (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Yudho Winarto  | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru bagi pelaku usaha pariwisata untuk memperluas pemasaran destinasi dan paket wisata.

Melihat peluang tersebut, BAKTI Komdigi mendorong pelaku pariwisata di Kabupaten Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk memanfaatkan platform digital, termasuk Online Travel Agent (OTA).

Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan pembuatan paket wisata yang dapat dipasarkan melalui OTA.

Baca Juga: Apa Itu Desil 9 dan 10? Tingkatan DTSEN yang Dikaitkan dengan Pembatasan Pertalite

Kegiatan ini digelar BAKTI Komdigi bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Besar dan Atourin selama tiga hari, 11–13 Agustus 2026, di Aula BKPSDM Kabupaten Sumbawa Besar.

Pelatihan digelar secara hybrid dengan melibatkan 80 peserta. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan secara langsung, yang terdiri dari perwakilan masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Sumbawa Besar.

Sementara 50 peserta lainnya mengikuti pelatihan secara daring dari sejumlah titik Akses Internet dan BTS BAKTI yang tersebar di wilayah Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Budi Prasetiyo. Pembukaan juga dihadiri Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Sumbawa Hasanuddin serta perwakilan BAKTI Komdigi Inneke Lady.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengapresiasi kolaborasi BAKTI Komdigi dan Atourin dalam meningkatkan kapasitas digital pelaku pariwisata.

Pelatihan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha memanfaatkan teknologi untuk memasarkan berbagai produk wisata unggulan Sumbawa secara lebih luas.

Baca Juga: Berpeluang Jadi Gubernur BI Wanita Pertama, Intip Sosok Destry Damayanti

Dorong Produk Wisata Masuk Platform Digital

Perwakilan BAKTI Komdigi Inneke Lady mengatakan, perkembangan industri pariwisata yang semakin kompetitif membuat keberadaan destinasi menarik saja belum cukup.

Pelaku usaha juga perlu mengemas potensi tersebut menjadi produk wisata yang menarik, mudah ditemukan, serta mudah dibeli oleh wisatawan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jakarta 12 Agustus 2026, Suhu Tertinggi 35°C di 2 Wilayah

"Kita juga perlu memastikan bahwa potensi tersebut dikemas menjadi produk wisata yang menarik, mudah dibeli, mudah ditemukan, dan mampu menjangkau wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara. Salah satu peluang yang dapat kita manfaatkan adalah melalui Online Travel Agent atau OTA," ujar Inneke dalam keterangannya RAbu (12/8/2026).

Menurut dia, pemanfaatan OTA memungkinkan paket wisata yang sebelumnya hanya dikenal oleh masyarakat sekitar untuk dipasarkan kepada calon wisatawan dari wilayah yang lebih luas.

Melalui platform tersebut, wisatawan dapat memperoleh informasi mengenai destinasi, aktivitas, harga, durasi perjalanan hingga fasilitas yang tersedia. Proses pemesanan juga dapat dilakukan secara lebih mudah melalui platform digital.

"Pelatihan hari ini menjadi sangat penting. Kita tidak hanya belajar mengenai bagaimana membuat sebuah paket perjalanan, tetapi juga bagaimana mengubah potensi wisata menjadi produk yang memiliki nilai jual dan siap dipasarkan melalui ekosistem digital," jelas Inneke.

Peserta Dapat Pendampingan Dua Bulan

Untuk memastikan materi pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan, Atourin juga menyiapkan program pendampingan secara online selama dua bulan, yakni Agustus hingga September 2026.

Pendampingan tersebut ditujukan untuk membantu peserta menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan tatap muka.

Baca Juga: ​16 Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Mobil & Motor Agustus 2026, Jakarta-Jateng-Jatim

Melalui digitalisasi pemasaran pariwisata, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan jangkauan promosi destinasi di Kabupaten Sumbawa Besar.

Dalam jangka panjang, peningkatan visibilitas produk wisata di platform digital diharapkan dapat mendorong kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku usaha pariwisata.

Para peserta juga diharapkan dapat menjadi local champion yang mampu mendorong pengembangan pariwisata Kabupaten Sumbawa Besar melalui pemanfaatan teknologi digital.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Video Terkait


Terbaru