kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Tiga lokasi ini dipertimbangkan jadi ibu kota baru Jabar, menggantikan Bandung


Kamis, 29 Agustus 2019 / 13:56 WIB
Tiga lokasi ini dipertimbangkan jadi ibu kota baru Jabar, menggantikan Bandung
ILUSTRASI. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan tiga lokasi sebagai pengganti Bandung, yang kini jadi ibu kota Jawa Barat (Jabar). Tiga lokasi itu diusulkan sebagai salah satu wacana kajian perpindahan ibu kota Jabar yang juga sudah disetujui oleh DPRD Jabar.

Wacana itu muncul sewaktu ia menggelar rapat pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jabar bersama Pansus VII awal pekan lalu. Ridwan Kamil menjelaskan, penentuan lokasi baru ibu kota Jabar terbuka untuk seluruh wilayah. Namun, saat ini ada tiga lokasi yang diusulkan.

Baca Juga: ASN tak boleh menolak dan harus siap dipindahkan ke ibu kota baru

Lokasi pertama dan kedua yakni di Tegalluar di Kabupaten Bandung, Walini di Kabupaten Bandung Barat. Sementara lokasi ketiga di sekitar wilayah Rebana (Cirebon, Patimban, Majalengka). Alasannya, Tegalluar dan Walini sebelumnya masuk dalam kawasan pengembangan jalur kereta cepat Bandung-Jakarta. Sementara wilayah Rebana (Cirebon, Patimban, Majalengka) saat ini merupakan wilayah pengembangan ekonomi baru Jabar.

"Ada di Tegalluar, Walini, atau Rebana juga. Terbuka sebenarnya, tapi sementara tiga tempat itu. Indikatornya, semua kemungkinan butuh kajian, minim risiko, aksesibilitas, tingkat ekonomi, ketersediaan air dan lain-lain," papar Emil.

Kata DPRD soal rencana ibu kota Jabar pindah

Ketua Pansus VIII DPRD Jabar Herlas Juniar mengatakan, dalam pembahasan RTRW Jabar pihaknya belum memasukan rencana pemindahan ibu kota. Namun, DPRD sudah menyiapkan struktur ruang pembahasan jika suatu saat rencana itu dieksekusi.

Baca Juga: Mendagri: Wilayah ibu kota Kaltim akan seperti Putrajaya Malaysia atau BSD

"Ada yang menarik dan sempat ramai, kami sudah menyampaikan soal rencana pemindahan ibu kota, Pak Gubernur sudah memahami berdasarkan kajian kami belum bisa dicantumkan dalam draft," ujarnya.

Herlas menuturkan, rencana itu belum bisa masuk dalam revisi RTRW lantaran sampai saat ini belum ada pembahasan mendalam soal rencana tersebut. “Karena kajiannya kan belum ada, karena itu kami mendorong Pemprov membuat kajian,” tuturnya.

Baca Juga: Enam fakta soal ibu kota baru di Kalimantan Timur

"Di Kertajati (Majalengka) memang relatif tidak rawan bencana tapi apa dasarnya menetapkan di sana kan butuh kajian. Mana yang mau dipilih itu nanti berdasar kajian, karena itu kita minta dan tidak kita cantumkan dalam RTRW." (Dendi Ramdhani)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini 3 Lokasi Baru yang Diusulkan Jadi Ibu Kota Baru Jabar, Gantikan Bandung

Editor : Aprillia Ika




TERBARU

Close [X]
×