Trenggono Pastikan Kampung Nelayan Merah Putih di Bantul Segera Beroperasi

Kamis, 05 Maret 2026 | 14:26 WIB
Trenggono Pastikan Kampung Nelayan Merah Putih di Bantul Segera Beroperasi


Reporter: Noverius Laoli  | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meninjau pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (4/3/2026). 

Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini ditujukan untuk memperkuat ekonomi nelayan melalui penyediaan fasilitas perikanan yang lebih modern dan terintegrasi.

Dalam kunjungan tersebut, Trenggono menegaskan kampung nelayan yang dibangun pemerintah harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.

“KNMP harus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi para nelayan,” kata Trenggono dalam siaran pers, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, peninjauan di Bantul merupakan bagian dari rangkaian kunjungannya mengecek pembangunan KNMP di berbagai daerah. Pada 2025, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 100 kampung nelayan di seluruh Indonesia, termasuk di Poncosari.

Baca Juga: Fasilitas Belum Lengkap, Menteri KP Minta Pembenahan KNMP Pujiharjo Dipercepat

Sebelumnya, Trenggono telah meninjau proyek serupa di sejumlah wilayah seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur. Setelah dari DIY, ia dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Jawa Tengah dan kemudian ke Sulawesi.

Menurut Trenggono, progres pembangunan KNMP Poncosari sudah hampir rampung dan siap beroperasi. Beberapa fasilitas yang disiapkan antara lain pabrik es, gudang beku, kawasan kuliner, hingga bengkel perawatan kapal. Pemerintah juga tengah mengupayakan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).

“SPBN sedang kami upayakan, dan nanti seluruh nelayan akan diberikan asuransi,” ujarnya.

Selain fasilitas dasar perikanan, pemerintah juga berencana menggandeng investor untuk membantu pemasaran hasil tangkapan dan produk olahan laut yang dihasilkan dari kampung nelayan tersebut.

Trenggono menambahkan, program KNMP merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor kelautan, perikanan, dan ketahanan pangan nasional. Pemerintah bahkan menargetkan ekspansi besar program tersebut dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Pramono Sebut Pemprov DKI Buka Peluang Investasi Perikanan dan Pertanian di Sulsel

“Tahun depan akan dikembangkan lagi 1.000 KNMP sampai di daerah terpencil,” katanya.

Program ini mulai dirasakan manfaatnya oleh para nelayan setempat. Salah seorang nelayan Poncosari, Punijo, mengatakan para nelayan menyambut antusias pembangunan kampung nelayan tersebut.

“Nelayan di sini sangat antusias dengan KNMP,” ujarnya.

Di Poncosari terdapat sekitar 150 nelayan yang menggantungkan hidup dari aktivitas melaut di pesisir selatan. Namun pekerjaan tersebut kerap terhambat kondisi gelombang tinggi yang sering terjadi di wilayah tersebut. 

Akibatnya, hasil tangkapan ikan juga tidak menentu, berkisar sekitar 500 kilogram saat produksi rendah dan meningkat ketika musim ikan.

Menurut Punijo, kehadiran fasilitas perbengkelan kapal akan sangat membantu nelayan karena selama ini perbaikan mesin harus dilakukan hingga ke luar daerah seperti Cilacap. Selain itu, fasilitas produksi es dan penyimpanan beku di KNMP juga akan memudahkan nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan.

Ketua KNMP Poncosari, Paijan, menambahkan kampung nelayan tersebut juga dilengkapi bantuan sarana tangkap seperti 400 jaring, 10 kapal, dan 30 mesin kapal yang disesuaikan dengan kebutuhan nelayan.

Baca Juga: Geliat Ekspor Perikanan Kepri Kembali, 7 Ton Ikan Kerapu Meluncur ke Hong Kong

Ia menjelaskan, KNMP juga akan mengembangkan gerai kuliner berbasis hasil tangkapan laut. Selama ini ikan yang didapat nelayan umumnya langsung dijual ke tengkulak, namun ke depan diharapkan bisa diolah dan dipasarkan melalui koperasi sehingga memberi nilai tambah bagi nelayan.

Dalam kunjungan itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto turut mendampingi Menteri Trenggono. Ia mengapresiasi pembangunan kampung nelayan yang dinilai memiliki fasilitas cukup modern.

Titiek juga meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap penyelundupan benih bening lobster (BBL) yang banyak ditemukan di wilayah pesisir selatan Yogyakarta.

“Jangan sampai BBL ini diselundupkan,” kata Titiek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru