Update corona di Jakarta, Kamis (24/6) positif 7.505, sembuh 2523 meninggal 50

Kamis, 24 Juni 2021 | 18:05 WIB   Reporter: Syamsul Ashar
Update corona di Jakarta, Kamis (24/6) positif 7.505, sembuh 2523 meninggal 50

ILUSTRASI. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, pada Senin (13/7) terdapat penambahan jumlah kasus positif sebanyak 279 kasus.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus corona di Jakarta dalam beberapa hari terakhir terus melonjak tinggi. 

Rerata kasus harian corona di jakarta belakangan terbilang fluktuatif, berada pada kisaran 3.000 – 5.000 kasus. 

Namun, pada hari Kamis (24/6) lonjakan kasus corona di Jakarta sangat tinggi. Kasus positif corona di Jakarta justru melonjak drastis, mencapai 7.505 kasus dalam sehari. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia menjelaskan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR corona di Jakarta kepada sebanyak 25.575 spesimen. 

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.460 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru corona di Jakarta dengan hasil 7.505 positif dan 12.955 negatif. 

Selain itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga melakukan pula tes antigen corona di Jakarta hari Kamis ini sebanyak 5.053 orang dites, dengan hasil 776 positif dan 4.277 negatif.

"Kami di Pemprov DKI Jakarta mengimbau seluruh warga meningkatkan kewaspadaan dan semakin taat protokol kesehatan, karena penularan corona di Jakarta yang kian cepat. Patuhi aturan yang berlaku sebagai upaya kita bersama dalam menekan penyebaran virus ini," tegas Dwi, di Balai Kota Jakarta, pada Kamis (24/6). 

Dwi juga menyebut, trend kasus positif aktif corona di Jakarta pada anak di bawah usia 18 tahun masih bertambah. 
Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat, sebanyak 15% dari 7.505 kasus positif corona di Jakarta hari ini adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun

Perincian, pasien corona di Jakarta di bawah 18 tahun yaitu 830 kasus adalah anak usia 6 - 18 tahun dan 282 kasus adalah anak usia 0 - 5 tahun. 

Sedangkan, 5.775 kasus corona di Jakarta adalah usia 19 - 59 tahun dan 618 kasus adalah usia 60 tahun ke atas. 

Karena itulah Dwi mengimbau "Para orang tua agar menjaga anak-anaknya lebih ketat dan menghindari keluar rumah membawa anak-anak. Sebisa mungkin lakukan aktivitas di rumah saja bersama anak, karena kasus positif pada anak saat ini masih tinggi," kata Dwi.

Lebih lanjut, Dwi juga menjabarkan distribusi 7.505 kasus positif corona di Jakarta pada hari Kamis 24 Juni  yaitu meliputi:

  • Kepulauan Seribu 2 kasus, 
  • Jakarta Barat 1.550 kasus, 
  • Jakarta Pusat 836 kasus, 
  • Jakarta Selatan 1.105 kasus, 
  • Jakarta Timur 2.310 kasus, 
  • Jakarta Utara 954 kasus, 

Selain itu masih data kasus corona di Jakarta yang masih dalam proses verifikasi sebanyak 748 orang.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga mencatat kecamatan dengan jumlah kasus terbanyak, antara lain Ciracas 350 kasus, Cipayung 341 kasus, Kembangan 322 kasus, dan Pulo Gadung 305 kasus.

Di samping itu, jumlah kasus aktif corona di Jakarta pada Kamis (24/6) ini naik sejumlah 5.195 kasus, sehingga jumlah kasus aktif corona di Jakarta sampai hari ini sebanyak 40.900 (orang yang masih dirawat/ isolasi). 

Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total corona di Jakarta sampai hari ini sebanyak 494.462 kasus. 

Dari jumlah total kasus positif corona di Jakarta, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 445.450 dan total 8.112 orang meninggal dunia akibat corona di Jakarta. Artinya tingkat kematian corona di Jakarta sebesar 1,7%, lebih rendah jika dibandingkan dengan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7%.

"Lonjakan corona di Jakarta bukan hanya terjadi pada angka kasus positif saja, tetapi juga pada jumlah pemakaman dengan protap Covid-19 di Jakarta,"kata Dwi.

Secara berturut-turut, pada 22 Juni terdapat 150 pemakaman corona di Jakarta, lalu 23 Juni sebanyak 180 pemakaman, corona di Jakarta dan sampai dengan pukul 12 siang hari ini sudah 132 pemakaman yang menggunakan protap corona di Jakarta. 

"Situasi ini tidak bisa dibiarkan, kita harus waspada dan mencegah penyebaran corona di Jakarta ini bersama-sama," ungkapnya. 

Keterisian Rumah Sakit

Pada kesempatan itu, Dwi juga memaparkan jumlah keterisian tempat tidur isolasi maupun ICU di RS rujukan corona di Jakarta juga hampir penuh. 

Hingga 23 Juni 2021, total tempat tidur yang disiapkan pada 140 RS yang merawat corona di Jakarta sebanyak 9.852 tempat tidur isolasi yang saat ini terisi 90% atau 8.874 pasien.

Sementara sebanyak 1.218 tempat tidur ICU corona di Jakarta yang kini terisi 86% atau 1.048 pasien. 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dalam menyiapkan fasilitas isolasi mandiri terkendali corona di Jakarta yang tersebar di sejumlah wilayah, seperti penggunaan rumah susun (Rusun), salah satunya Rusun Nagrak, dan sejumlah gelanggang olah raga (GOR). 

Dwi turut memaparkan perkembangan jumlah klaster penyebaran virus corona di Jakarta. 

Untuk klaster perkantoran pada 14-20 Juni, ditemukan sebanyak 576 kasus positif dari 105 kantor. 

Sedangkan, untuk klaster keluarga pada 14-20 Juni sebanyak 10.967 orang positif dari 912 keluarga. 

"Kami juga menyarankan warga mengurangi mobilitas, taati aturan bekerja dari kantor sebanyak 25% kapasitas dan sisanya bekerja dari rumah. Keluar rumah jika benar-benar penting, tentu kita semua tidak ingin jika kasusnya semakin bertambah ke depannya,” tambahnya. 

Panduan warga terdeteksi positif corona di Jakarta 

Meskipun terjadi lonajakan kasus corona di Jakarta secara luar biasa, Dwi menyarankan agar warga tidak panik saat ada anggota keluarga yang terdiagnosis positif Antigen/PCR. 

Untuk warga yang mendapat hasil positif pada tes Antigen, pastikan segera melakukan tes PCR di Puskesmas secara gratis atau laboratorium lainnya secara mandiri. 

Adapun langkah saat dinyatakan positif pada tes Antigen/PCR sebagai berikut:
1. Lapor kepada RT/RW/Puskesmas setempat,
2. Sementara isolasi mandiri dahulu di rumah, tetap memakai masker yang baik di rumah, pisahkan diri dari anggota keluarga yang lain,
3. Pastikan kontak erat di lingkungan rumah/kerja segera melakukan tes PCR,
4. RT/RW dan Puskesmas akan membantu monitoring harian kondisi pasien. Puskesmas akan menentukan langkah tata laksana yang akan dilakukan oleh pasien sesuai kondisi masing-masing; apakah akan isolasi mandiri di rumah/lokasi isolasi mandiri terkendali/RS.

Dwi mengingatkan masyarakat, agar  masyarakat mengetahui dan memperhatikan  jika merasakan gejala terinfeksi virus corona, tapi saat tes Antigen dinyatakan negatif, sebaiknya tetap lakukan tes PCR. 

Karena, orang yang dinyatakan positif saat tes Antigen, hampir pasti juga dinyatakan positif pada saat tes PCR. 

"Tetapi jika negatif saat tes Antigen, belum tentu hasilnya negatif pula pada saat tes PCR dan bisa saja positif saat dites PCR, apalagi jika bergejala,” imbuhnya. 

Terkait dengan varian baru mutasi virus corona di Jakarta Dwi juga mengimbau seluruh masyarakat tetap waspada karena varian baru ini lebih cepat menular dan menimbulkan gejala yang lebih berat. 

DKI Jakarta secara aktif melakukan pemeriksaan sampel Whole Genome Sequencing / WGS, yang mana Dinkes DKI Jakarta sudah mengirim 987 total keseluruhan sampel terduga mutasi virus. Dari jumlah tersebut, 70 sampel dinyatakan sebagai Variant of Concern (VoC).

“Dari 70 VoC tersebut, telah diidentifikasi bahwa 33 kasus memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri (kasus impor), 19 transmisi lokal varian Delta di DKI Jakarta, Sementara 10 transmisi lokal varian Delta di Debotabek yang mana pemeriksaannya dilakukan di Jakarta, dan 8 kasus masih dalam proses verifikasi apakah merupakan varian Delta dari luar negeri atau transmisi lokal. Adapun rincian 70 VoC tersebut, yakni 12 varian Alpha (B.117), 3 varian Beta (B.1.351), 55 varian Delta (B.1617.2),” terangnya. 

Sementara itu, proses vaksinasi corona di Jakarta juga masih terus berlangsung di Jakarta. Pemprov DKI terus melakukan percepatan vaksinasi corona di Jakarta agar kekebalan komunitas dapat cepat terbentuk, yang mana warga berusia di atas 18 tahun sudah dapat divaksin. 

Warga yang ber-KTP DKI Jakarta maupun yang bekerja/bersekolah dan berdomisili DKI Jakarta, dapat mendaftar vaksinasi corona di Jakarta melalui aplikasi JAKI atau situs corona.jakarta.go.id, untuk menghindari antrean panjang di fasilitas kesehatan. 

Adapun jumlah sasaran vaksinasi total Provinsi DKI Jakarta sebanyak 8.815.157 orang. Untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini sebanyak 3.753.451 orang (43%) dan total dosis 2 kini mencapai 1.898.567 orang (22%).

“Dari hasil studi, varian Delta terbukti 4x lebih menular dan meningkatkan angka perawatan rumah sakit. Namun, dengan vaksinasi dan taat protokol kesehatan secara ketat, dapat meminimalisir potensi tertular virus ini. Perlu diketahui juga, semua merk vaksin saat ini ampuh untuk mencegah varian mutasi virus baru. Semua merk vaksin aman, bermanfaat, dan berkualitas. Vaksinasi terbukti tidak hanya mencegah sakit, tapi juga mencegah kematian. Jadi, ayo kita divaksin dan jangan lewatkan kesempatan vaksinasi ini,” pungkasnya. 

Editor: Syamsul Azhar
Terbaru