Jawa Timur

Update corona Jatim Selasa 21 Juli positif 18.828, sembuh 10.065 meninggal 1.461

Selasa, 21 Juli 2020 | 16:52 WIB   Reporter: Syamsul Ashar
Update corona Jatim Selasa 21 Juli positif 18.828, sembuh 10.065 meninggal 1.461

ILUSTRASI. Menko Polhukam Mahfud MD (tengah) bersama Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) saling berbincang saat penyerahan bantuan penanganan COVID-19 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (5/7/2

Sementara jumlah kasus sembuh di Kota Surabaya sebanyak 4284. Adapun kasus meningga di kota dengan status zona merah di Jawa Timur ini yang meninggal sebanyak 689 orang.

Terbesar kedua juga berasal dari zona merah atau berisiko tinggi terpapar corona yakni Kabupaten Sidoarjo dengan jumlah kasus positif virus corona sebanyak 2.699 kasus.

Dari jumlah kasus positif ini, pasien yang meninggal dunia sebanyak 152 orang dan pasien yang sembuh sebanyak 1.137 orang.

Update corona Jatim Senin 20 Juli positif 18.545, sembuh 9.717 meninggal 1.433

Zona merah ketiga di Jawa Timur uang mencatata jumlah pasien terbesar ketiga adalah Kabupaten Gresik dengan jumlah kasus positif corona sebanyak 1412 kasus.

Dari jumlah itu sebanyak 392 orang dinyatakan sembuh. Sementara jumlah pasien positif corona di Gresik yang meninggal dunia sebanyak 124 orang.

Keempat, adalah Kabupaten Pasuruan yang saat ini berstatus zona oranye atau tingkat risiko sedang penularan corona, yakni dengan total jumlah kasus sebanyak 486 orang pasien.

Dari jumlah pasien positif corona di Kabupaten Pasuruan ini, sebanyak 244 orang dinyatakan sembuh dan 49 orang diantaranya meninggal dunia.

Kelima adalah Kabupaten Jombang dengan total kasus pasien positif corona terkonfirmasi sebanyak 428 orang.

Dari jumlah pasien positif di kota yang berstatus risiko zona oranye tersebut, pasien yang meninggal dunia sebanyak 31 orang, dan sebanyak 140 orang telah dinyatakan sembuh.

Selain lima wilayah itu ada dua wilayah yang masuk zona merah di Jawa Timur, dengan jumlah pasien corona yang cukup tinggi.

SELANJUTNYA>>>

Editor: Syamsul Azhar


Terbaru