Nusantara

Update Cuaca Ekstrem di Bali, Bencana Terjadi di 90 Titik, Denpasar Paling Parah

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:10 WIB
Update Cuaca Ekstrem di Bali, Bencana Terjadi di 90 Titik, Denpasar Paling Parah

ILUSTRASI. Waspada Cuaca Ekstrem (KONTAN/Baihaki) Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, per pukul 18.00 Wita, ada 90 titik yang terdampak cuaca ekstrem.


Reporter: kompas.com  | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - DENPASAR. Hujan lebat masih mengguyur Bali hingga Selasa (24/2/2026) petang hari ini. 

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, per pukul 18.00 Wita, ada 90 titik yang terdampak cuaca ekstrem. Yaitu, banjir terjadi di 51 titik, tanah longsor di lima titik, lalu ada satu tanggul yang jebol. 

Angin puting beliung juga terjadi di satu wilayah. Sementara pohon tumbang dilaporkan terjado di 27 titik dan ada empat senderan atau plengsengan yang jebol.

Denpasar menjadi daerah yang paling terdampak, yakni di 46 titik. Sebanyak 39 titik di antaranya banjir.

Lalu, di Kabupaten Badung ada 12 area yang mengalami banjir. Sementara pohon tumbang terjadi di Kabupaten Karangasem, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Buleleng, Tabanan, Klungkung, dan Jembrana. 

Baca Juga: Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi Ditutup Saat Hari Raya Idul Fitri 2026

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya mengungkapkan, dari kejadian tersebut nihil korban jiwa dan korban luka, maupun warga yang mengungsi. 

Ada 350 orang yang dievakuasi. Mereka sudah kembali ke tempat masing-masing. 

"Bangunan terdampak sedang pendataan," jelas Gede Teja. 

Pihak BPBD juga mengingatkan agar tidak menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya. 

Sebelumnya sempat beredar video yang menunjukkan bahwa Tukad Badung banjir dengan ketinggian air terlihat seperti pada peristiwa September 2025 lalu. 

BPBD Bali menegaskan bahwa video yang beredar di media sosial dan grup WhatsApp bahwa air di Tukad Badung meluap adalah hoaks. 

Adapun video tersebut adalah banjir pada bulan September 2025 lalu. Gede Teja menyampaikan bahwa kondisi saat ini aliran Tukad Badung di area Pasar Badung dan Kumbasari, pada Selasa (24/2/2026) terpantau kondusif. 

"Adapun sirine peringatan dini banjir sempat berbunyi pada level siaga, yakni pukul 09.26 Wita dengan estimasi ketinggian air sekitar 120 cm dari situasi normal," ungkap Gede Teja. 

Dia pun mengingatkan bagi masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar Pasar Badung dan Kumbasari agar mengikuti arahan yang sudah ditentukan. 

"Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman bencana. Ikuti arahan resmi BPBD dan aparat setempat. Jangan menyebarkan informasi yang belum jelas," jelas dia. 

Sebelumnya, personel Search and Rescue (SAR) Gabungan sempat mengevakuasi tamu yang menginap di hotel. 

Tepatnya yang berada di kawasan Jalan Pantai Jerman. Proses evakuasi dilakukan pada Selasa (24/2/2026) mulai pukul 08.00 Wita.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, kondisi genangan air mencapai ketinggian sekitar 1,2 meter. 

Personel SAR melakukan penyisiran dan membantu proses pemindahan wisatawan ke lokasi yang lebih aman. Diketahui sampai saat ini tidak ada korban jiwa.

Baca Juga: Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 3 Km

Sumber: https://denpasar.kompas.com/read/2026/02/24/185503778/update-cuaca-ekstrem-di-bali-bencana-terjadi-di-90-titik-denpasar-paling?page=all#page2.

Selanjutnya: Kemenhub Siapkan Masjid untuk Titik Istirahat Saat Mudik Lebaran

Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Lengkap untuk Kota Padang, Jangan Salah Waktu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru