KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Polda Sumatera Utara kembali mengupdate korban banjir dan longsor di wilayahnya.
Berdasarkan data sampai dengan Minggu (30/11/2025) pukul 09.00, jumlah korban meninggal dunia mencapai 176 jiwa dan 160 orang lainnya masih dalam pencarian.
Fokus penanganan saat ini adalah membuka akses wilayah yang terisolasi.
"Dampak kemanusiaan akibat musibah ini meluas. Ada 1.090 korban, terdiri dari 176 meninggal dunia, 32 luka berat, 722 luka ringan, dan 160 masih dalam pencarian, serta 30.445 warga terpaksa mengungsi," ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan dalam keterangan tertulisnya.
Dia juga mengatakan, sejak musibah terjadi pada Senin (24/11/2025), total ada 503 kejadian bencana yang terjadi.
Baca Juga: Tapanuli Tengah dan Sibolga Terisolasi 5 Hari, Warga Menjarah Gudang Bulog
"Meliputi 166 tanah longsor, 315 banjir, 20 pohon tumbang, dan 2 angin puting beliung yang melanda 21 wilayah hukum Polres jajaran," ujarnya.
Lebih lanjut, kata Ferry, lokasi terparah yang mengalami musibah ini yakni Tapanuli Tengah (Tapteng).
Total ada 691 korban, terdiri dari 47 korban meninggal dunia, 18 orang luka berat, dan 575 orang luka ringan.
"Kemudian Tapanuli Selatan dengan 218 orang korban, 5 orang luka berat, 138 orang luka ringan, 47 orang meninggal dunia, dan 28 orang belum ditemukan," ungkap Ferry.
Sementara itu, di Kota Sibolga tercatat korban meninggal dunia sebanyak 33 orang dan 56 orang masih dalam pencarian.
Ferry juga mengatakan total saat ini ada 3.843 personel gabungan Polri, TNI, dan instansi terkait lainnya untuk bencana alam ini.
Di tengah kondisi kritis ini, Polda Sumut memperkuat fokus utama pada pengiriman bantuan logistik, terutama ke wilayah yang masih terisolasi akibat akses darat terputus.
Ia mengatakan, Kapolda Sumut telah mengintruksikan untuk memercepat distribusi logistik dan membuka akses.
“Setiap menit sangat berarti bagi para pengungsi. Instruksi Bapak Kapolda Sumut sangat jelas, percepat distribusi logistik, buka akses, dan pastikan semua wilayah terpenuhi kebutuhannya,” tambah Ferry.
Baca Juga: 30 November Memperingati Hari Ruang Pribadi Nasional, ini Penjelasan dan Sejarahnya
Sumber: https://regional.kompas.com/read/2025/11/30/124141478/update-dampak-banjir-dan-longsor-di-sumut-176-meninggal-160-hilang-dan.
Selanjutnya: Saham OPMS Menguat Tajam Jelang RUPS, Rumor Masuknya Investor Strategis Mencuat
Menarik Dibaca: Resep Donat Mochi Super Chewy dan Lumer yang Anti Gagal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News