Jawa Tengah

Update Gunung Merapi: Awan panas guguran masih terjadi pada Sabtu pagi

Sabtu, 16 Januari 2021 | 07:47 WIB Sumber: Kompas.com
Update Gunung Merapi: Awan panas guguran masih terjadi pada Sabtu pagi

ILUSTRASI. Dalam 24 jam terakhir, terjadi awan panas guguran dari Gunung Merapi.


KONTAN.CO.ID - YOGYAKARTA. Dalam 24 jam terakhir, terjadi awan panas guguran dari Gunung Merapi. Kasi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, mengatakan, awan panas sudah terjadi sejak 7 Januari 2021.

"Sejak tanggal 7 (sudah ada awan panas). Yang tadi pagi juga ada," kata Budi saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (16/1).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, melalui keterangan tertulis, menyebutkan, awan panas terjadi pada pukul 04.00 WIB.

"Menurut laporan pengamatan awan panas Gunung Merapi tanggal 16 Januari 2021 pukul 00.00-06.00 WIB, terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi tanggal 16 Januari 2021 pukul 04.00 WIB," kata Hanik.

Baca Juga: Gunung Merapi mengeluarkan awan panas, meluncur 600 meter ke hulu Kali Krasak

Menurut Hanik, kolom erupsi setinggi 500 meter, arah luncuran ke hulu Kali Krasak dengan jarak luncur sekitar 1,5 kilometer. Awan panas tercacat di seismogram dengan amplitudo maksimal 60 mm dan durasi 150 detik.

Saat terjadi awan panas, angin bertiup ke timur. Sementara itu, visual Gunung Merapi saat kejadian tertutup kabut sebagian.

Sebelumnya, pada 8-14 Januari 2021, terjadi 2 kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 600 meter ke arah barat daya (hulu Kali Krasak). Pada periode tersebut juga terdapat guguran lava pijar sebanyak 128 kali dengan jarak luncur maksimal 900 meter arah barat daya ke hulu Kali Krasak.

"Analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor barat daya tanggal 14 Januari terhadap tanggal 7 Januari 2021 menunjukkan adanya perubahan morfologi area puncak karena aktivitas guguran dan perkembangan kubah lava baru," ujar Hanik.

Kubah lava baru itu, yang disebut kubah lava 2021, berada di sektor barat daya Gunung Merapi di sekitar tebing lava 1997. Ukuran volumenya pada 14 Januari 2021 sebesar 46.766 meter persegi dengan laju pertumbuhan sekitar 8.500 meter persegi per hari.

Intensitas kegempaan internal minggu ini menurun signifikan dibanding minggu lalu.

Akan tetapi, gempa guguran (RF) atau gempa yang mencerminkan aktivitas guguran lava dari erupsi cenderung tinggi. Dari kejadian-kejadian tersebut, aktivitas Gunung Merapi disebut masih cukup tinggi, yaitu berupa aktivitas erupsi efusif. Sementara itu statusnya masih Siaga.

Baca Juga: Dalam sehari, Gunung Merapi keluarkan empat kali awan panas dan 19 guguran lava pijar

Editor: Khomarul Hidayat
Terbaru