kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Waduh, pengguna GoJek kehilangan Rp 28 juta karena ditipu lewat aplikasi


Jumat, 10 Januari 2020 / 11:02 WIB
Waduh, pengguna GoJek kehilangan Rp 28 juta karena ditipu lewat aplikasi
ILUSTRASI. Logo aplikasi pembayaran digital dari Gojek, GoPay dan GoBills

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Maraknya aksi penipuan yang dilakukan lewat modus aplikasi ojek online masih terus terjadi. Kali ini, korbannya adalah pelanggan Gojek di Sorong, Papua, yang bernama Prameswara.

Kronologinya begini. Pada Senin (6/1/2020), Prameswara memesan makanan melalui fasilitas GoFood di aplikasi Gojek dengan metode pembayaran via GoPay. Di tengah proses, ia dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai driver. Orang tersebut mengatakan akun GoPay miliknya sedang bermasalah.

Si “driver" kemudian mengarahkan Prameswara agar menggunakan e-banking atau ATM. Setelah mengikuti arahan, Prameswara menerima pesan dari SMS banking yang memberitahukan adanya transaksi tak wajar. Saat itulah dia sadar telah menjadi korban penipuan.

“Saya sudah ke bank dan meminta rekening koran, ternyata saya kehilangan Rp 28 juta,” ujar Prameswara yang berprofesi sebagai Penyiar Radio Republik Indonesia, dihimpun KompasTekno dari Antara, Jumat (10/1/2020).

Prameswara telah melaporkan kejadian penipuan yang dialaminya ke pihak kepolisian dan Gojek. Penipuan berbasis social engineering Seorang perwakilan Gojek Sorong, Graig, menjelaskan bahwa akun driver yang menghubungi Prameswara sebelumnya telah diretas oleh orang tak bertanggung jawab.

Dengan kata lain, orang yang menghubungi Prameswara kemungkinan bukanlah driver yang bersangkutan, melainkan pelaku penipuan. "Korban juga sudah lapor kepada pihak kepolisian dan kami akan melakukan pendampingan terhadap korban dalam proses ke depannya," ujar Graig.



TERBARU
Terpopuler

[X]
×