Jawa Timur

200 Siswa Surabaya Keracunan Makanan MBG, Ini Cara Pertolongan Pertama untuk Korban

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45 WIB
200 Siswa Surabaya Keracunan Makanan MBG, Ini Cara Pertolongan Pertama untuk Korban

ILUSTRASI. Kepala BGN meninjau korban keracunan MBG di Cianjur (Dok/BGN)


Sumber: Kompas.com  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Keracunan makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) masih terus terjadi hingga Mei 2026. Terbaru, ratusan siswa di Surabaya, Jawa Timur keracunan makanan MBG. Berikut cara mengatasi atau pertolongan pertama terhadap korban keracunan makanan.

Dilansir dari Kompas.com, sebanyak 200 siswa dari jenjang TK, SD, hingga SMP di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, mengalami keracunan massal setelah menyantap makanan dari program MBG.

Seluruh korban diketahui menerima makanan dari satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama.

Menu yang diduga menjadi penyebab keracunan adalah olahan daging krengsengan. Namun hingga kini, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

SPPG Tembok Dukuh Ditutup Sementara

Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, mengatakan pihaknya masih melakukan evaluasi menyeluruh atas insiden tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, operasional dapur MBG di SPPG Tembok Dukuh dihentikan sementara.

“Kami akan evaluasi dahulu. Setelah itu dapur ini masih kami tutup sementara waktu,” ujar Teguh, Senin (11/5/2026).

Baca Juga: Jalur SPMB TK, SD, dan SMP Sleman 2026/2027: Ini Syarat Usia & Dokumen Wajib

Penyaluran MBG Langsung Dihentikan

Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla, menjelaskan pihaknya langsung menghentikan distribusi makanan setelah menerima laporan adanya siswa yang mengalami keracunan.

SPPG tersebut sebelumnya melayani 13 sekolah dengan total sekitar 3.020 porsi makanan setiap hari.

Namun pada hari kejadian, distribusi hanya dilakukan sekitar 2.000 porsi sebelum akhirnya dihentikan.

Tonton: Guru Honorer Dihapus 2027? Pemerintah Pastikan Tak Ada PHK Massal!

SPPG Beroperasi Sejak Februari 2026

Chafi menyebut dapur MBG Tembok Dukuh telah beroperasi sejak 2 Februari 2026.

Saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan untuk mengetahui sumber keracunan secara pasti.

SPPG Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan

Pihak SPPG juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh korban dan keluarga siswa yang terdampak.

Selain itu, seluruh biaya pengobatan siswa yang mengalami keracunan dipastikan akan ditanggung oleh pihak penyelenggara.

Tonton: Trump Terbang ke China, Xi Jinping Siap Bahas Perang Iran dan Perang Dagang!

Dugaan Keracunan Jadi Evaluasi Program MBG

Kasus keracunan massal ini menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

Pemerintah dan pihak terkait diharapkan memperketat pengawasan terhadap kualitas bahan makanan, proses distribusi, hingga standar keamanan pangan agar kejadian serupa tidak terulang.

Hasil investigasi laboratorium nantinya akan menjadi dasar evaluasi lanjutan terhadap operasional SPPG dan pelaksanaan program MBG di wilayah lain.

Tonton: Harga Emas Antam Melonjak Hari Ini (12 Mei 2026)

Cara mengatasi keracunan makanan

Dilansir dari website Puskesmas Penimbung, Lombok Barat, keracunan makanan sebaiknya memperoleh penanganan secara optimal dari dokter atau layanan kesehatan. Bila seseorang mengalami keracunan makanan, penting untuk mengetahui langkah pertolongan pertama pada keracunan makanan yang bisa dilakukan sebelum mendapatkan penanganan medis:

1. Istirahat dan Hidrasi

Korban keracunan makanan harus beristirahat dan menghindari aktivitas berat. Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi, terutama jika mengalami muntah atau diare. Cairan yang baik meliputi air, larutan elektrolit atau rehidrasi oral.

2. Hindari Makanan dan Minuman Tertentu

Hindari makanan tertentu, seperti makanan padat, pedas, berminyak sampai dan diare berhenti. Hindari juga minuman berkafein, minuman beralkohol, susu dan minuman asam. Dan carilah makanan yang mudah dicerna dan rendah lemak seperti bubur, kentang atau pisang. Disarankan untuk mengomsumsi air jahe, karena dapat membantu meredakan gejala keracunan yang dialami serta air jahe dapat menenangkan saluran pencernaan.

3. Jangan Memaksa Muntah

Jika korban tidak muntah secara alami, jangan memaksanya untuk muntah karena dapat memperburuk kondisi.

Bila korban muntah secara alami, pastikan untuk menghindarai korban muntah dalam posisi berbaring. Tegakkan badan korban keracunan agar muntah tidak masuk ke saluran pernapasan serta tundukkan kepala untuk mencegah tersedak dan muntah kembali ke tenggorokan.

Tonton: Selat Hormuz Mulai Ditembus! Kapal LNG Jepang Berhasil Lolos di Tengah Perang Iran

4. Hindari Korban Dehidrasi

Segera tingkatkan asupan cairan bila muncul tanda-tanda dehidrasi dari korban keracunan. Biasanya tanda dehidrasi tersebut dapat berupa bibir kering, rasa sangat haus dan jarang buang air kecil.

5. Gunakan Obat yang Tersedia

Obat anti-diare atau anti-mual dapat digunakan untuk meredakan gejala keracunan. Namun akan lebih baik untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum dikonsumsi.

Keracunan makanan atau minuman merupakan salah satu kondisi yang berbahaya. Walaupun sudah dilakukan upaya pertolongan pertama pada korban keracunan makanan, tetap bawa korban ke layanan kesehatan agar mendapatkan penanganan medis profesional yang optimal.

Apalagi bila korban mengalami beberapa kondisi, seperti diare berlangsung lebih dari 48 jam, terdapat darah dalam muntah atau tinja, demam tinggi (di atas 38,5°C atau 101,3°F), muncul gejala dehidrasi parah serta gejala neurologis seperti penglihatan kabur, kelemahan otot atau kesulitan bicara.

Sebagian artikel bersumber: https://surabaya.kompas.com/read/2026/05/12/085117378/200-siswa-di-surabaya-keracunan-mbg-emil-dardak-sebut-sanksi-akan-diberikan. 

 

 

Guru Honorer Dihapus 2027? Pemerintah Pastikan Tak Ada PHK Massal!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru