Peristiwa

43 Hari Pascabanjir, Lumpur Masih Menyelimuti Permukiman Warga Tapteng

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:59 WIB
43 Hari Pascabanjir, Lumpur Masih Menyelimuti Permukiman Warga Tapteng

ILUSTRASI. Tapteng maksimalkan status tanggap darurat untuk pemulihan (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)


Reporter: kompas.com  | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - MEDAN. Musibah banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, sejak Senin (24/11/2025), masih menyisakan persoalan serius bagi warga. 

Hingga 43 hari setelah kejadian, lumpur masih menumpuk di sejumlah ruas jalan dan halaman rumah penduduk.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim SAR gabungan dikerahkan melakukan pembersihan lumpur di Perumahan Pandan Asri, Desa Aek Tolang, Kecamatan Pandan, serta di Desa Hutanabolon, Lorong 1, Kecamatan Tukka, Tapteng.

Baca Juga: Hingga Kamis, Banjir dan Longsor Masih Melanda Sejumlah Tempat di Tapteng & Sibolga

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, menjelaskan bahwa di Desa Aek Tolang, lumpur banyak menyumbat drainase milik warga sehingga menghambat aliran air.

“Pembersihan ini dilakukan untuk melancarkan aliran air sekaligus mencegah potensi genangan dan banjir yang dapat mengganggu aktivitas serta keselamatan warga,” ujar Ferry dalam keterangan tertulis, Selasa (6/1/2026).

Sementara itu, di Desa Hutanabolon, lumpur lebih banyak mengendap di halaman rumah warga. Personel bersama masyarakat setempat bergotong royong membersihkan lumpur, sampah, dan material sisa bencana.

“Kegiatan ini penting untuk mencegah masalah kesehatan dan gangguan lingkungan,” kata Ferry.

Baca Juga: Sekitar 50 Warga Tapteng Hilang Kontak Setelah Lari ke Hutan Saat Banjir Bandang

Ia menambahkan, keterlibatan personel Polri dalam kegiatan gotong royong ini bertujuan memperkuat sinergi dan kebersamaan antara kepolisian dan masyarakat.

“Pembersihan selokan dan lingkungan merupakan langkah preventif untuk mengurangi risiko banjir serta menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan warga,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir dan longsor menerjang Tapteng pada Senin (24/11/2025).

Baca Juga: Banjir dan Longsor Putuskan Jaringan Listrik di Sibolga–Tapteng, Sumut

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Selasa (6/1/2025), bencana tersebut menyebabkan 128 orang meninggal dunia, 35 orang hilang, tujuh orang luka-luka, dan 4.245 warga terpaksa mengungsi.


Sumber: https://medan.kompas.com/read/2026/01/06/153722378/43-hari-usai-banjir-dan-longsor-di-tapteng-jalan-dan-halaman-rumah-warga-masih?source=headline.

Selanjutnya: Lowongan Dokter Kapal Penumpang 2026 di PT PELNI, Karir Medis BUMN

Menarik Dibaca: 6 Rekomendasi Makanan untuk Mengatasi Hidung Tersumbat saat Flu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru