KONTAN.CO.ID - Panduan ternak domba pedaging kali ini bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang mengincar keuntungan besar pada musim kurban tahun 2027 mendatang.
Idul Adha 2027 akan jatuh pada 17 Mei. Dengan demikian, Anda sebenarnya masih punya cukup waktu untuk memulai ternak domba yang akan jadi incaran banyak orang nantinya.
Selain permintaannya yang cukup stabil untuk kurban, akikah, dan konsumsi, penggemukan domba juga relatif tidak membutuhkan waktu terlalu lama.
Berdasarkan panduan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, yang ada di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, penggemukan domba dapat dilakukan dalam waktu sekitar tiga bulan.
Artinya, usaha ini sebenarnya bisa dipersiapkan jauh sebelum Idul Adha. Anda tinggal menyesuaikan waktu pemeliharaan dengan target bobot domba yang ingin dicapai.
Berikut adalah langkah-langkah yang perlu Anda mulai dari sekarang.
Baca Juga: Siapa Saja Penerima BSU Rp900.000 dari Pemerintah? Cek di Sini!
1. Pilih Lokasi yang Cocok untuk Kandang
Hal pertama yang perlu disiapkan adalah lokasi peternakan. Pastikan tempat yang dipilih memiliki sumber air yang cukup dan mudah mendapatkan pakan.
Lokasi kandang juga sebaiknya tidak berada di kawasan permukiman yang terlalu padat, agar tidak menimbulkan gangguan bagi lingkungan sekitar seperti aroma kotoran.
Untuk kandangnya, Anda dapat menggunakan model kandang koloni. Ukurannya bisa disesuaikan dengan jumlah domba yang akan dipelihara.
Sebagai acuan, kandang berukuran 2,5 meter x 1 meter dapat digunakan untuk sekitar 6-8 ekor domba.
2. Pilih Bakalan Domba yang Berkualitas
Bakalan merupakan domba yang akan dipelihara dan digemukkan hingga mencapai bobot yang ditargetkan.
Untuk penggemukan, bakalan biasanya sudah berusia sekitar satu tahun atau memiliki bobot sekitar 15 kilogram.
Domba yang sehat akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan memiliki peluang pertumbuhan yang lebih baik selama masa pemeliharaan.
Anda sebaiknya melakukan penimbangan saat domba mulai dipelihara. Bobot awal tersebut bisa menjadi patokan untuk memantau perkembangan domba selama proses penggemukan.
3. Pastikan Kandang Bersih Sebelum Domba Masuk
Sebelum domba dimasukkan, kandang sebaiknya dibersihkan dan didisinfeksi terlebih dahulu. Peralatan yang digunakan selama pemeliharaan juga harus dalam kondisi bersih.
Langkah ini penting karena kandang dan peralatan yang kotor dapat menjadi sumber penularan penyakit.
Domba yang akan masuk ke kandang juga disarankan dicukur terlebih dahulu.
Selain membantu menjaga kebersihan tubuh, pencukuran dapat membuat peternak lebih mudah memantau kondisi fisik domba.
Baca Juga: Pemilik KTP Jakarta Bisa Nikmati 8 Layanan Gratis, Kesehatan-Transportasi-Bibit
4. Atur Pakan agar Domba
Anda dapat memberikan kombinasi pakan konsentrat dan hijauan. Jumlahnya perlu disesuaikan dengan kebutuhan ternak dan kondisi domba.
Salah satu masalah yang cukup sering muncul dalam pemeliharaan domba adalah kembung, terutama ketika domba mendapatkan rumput dalam jumlah terlalu banyak.
Karena itu, manajemen pakan perlu diperhatikan sejak awal. Jangan hanya mengejar agar domba cepat gemuk, tetapi pastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi dan kondisi kesehatannya tetap terjaga.
Ketersediaan air bersih juga perlu diperhatikan selama masa pemeliharaan.
5. Rutin Bersihkan Kandang dan Tubuh Domba
Kotoran yang dibiarkan menumpuk di kandang atau terus menempel pada tubuh domba dapat menjadi sumber penyakit.
Jika kesehatan domba terganggu, pertumbuhannya pun bisa ikut terhambat.
Anda perlu membersihkan kandang secara rutin dan memantau kondisi domba. Perubahan nafsu makan, kondisi tubuh, maupun tanda-tanda penyakit sebaiknya tidak diabaikan.
6. Targetkan Bobot Domba hingga 30-35 Kg
Dalam panduan BBPP Kupang, domba hasil penggemukan sudah dapat dipanen ketika bobotnya mencapai sekitar 30-35 kilogram.
Dengan titik awal sekitar 15 kilogram, target tersebut tentu membutuhkan pemeliharaan dan pemberian pakan yang dilakukan secara konsisten.
Jika domba memang disiapkan untuk kebutuhan kurban, bobot bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan.
Anda juga harus memastikan domba memenuhi ketentuan sebagai hewan kurban.
Baca Juga: Link Unduh Kalender Masehi 2027 Termasuk Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama
Syarat Domba yang Layak untuk Kurban
Mengacu penjelasan BAZNAS, domba kurban minimal berusia satu tahun atau telah berganti gigi. Kondisinya juga harus sehat dan tidak memiliki cacat yang jelas.
Domba yang buta, pincang, terlalu kurus, atau memiliki penyakit yang terlihat tidak memenuhi kriteria hewan kurban.
Kepemilikan hewan juga harus sah dan bukan diperoleh dengan cara yang tidak halal.
Waktu penyembelihan pun telah ditentukan, yakni setelah salat Idul Adha hingga hari tasyrik terakhir, 13 Dzulhijjah.
Karena itu, peternak yang ingin menjadikan domba sebagai komoditas kurban perlu menghitung waktu penggemukan sejak awal.
Jangan sampai domba sudah mencapai bobot yang diinginkan, tetapi belum memenuhi persyaratan usia atau kondisi kesehatannya.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Dorong Pengelolaan Potensi Lokal Menjadi Manfaat Berkelanjutan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News