Ternak Bebek Petelur vs Bebek Pedaging, Mana yang Cocok untuk Pemula?

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 04:15 WIB
Ternak Bebek Petelur vs Bebek Pedaging, Mana yang Cocok untuk Pemula?

ILUSTRASI. Peluang Usaha Budi Daya Bebek Petelur Masih Besar (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Ternak bebek petelur dan bebek pedaging memiliki tujuan pemeliharaan yang berbeda. Untuk Anda yang ingin memulai usaha, mari cermati perbedaan pengelolaannya.

Bebek petelur dibudidayakan untuk menghasilkan telur secara rutin, sedangkan bebek pedaging dipelihara untuk menghasilkan daging dengan bobot yang sesuai target pasar.

Perbedaan tersebut memengaruhi pemilihan bibit, pemberian pakan, pengelolaan kandang, hingga cara memasarkan hasil ternak.

Bagi pemula, mana yang lebih baik dicoba? Ternak bebek petelur atau pedaging? Mari kita bahas.

Baca Juga: Bolehkah Ampas Tahu Jadi Pakan Ternak? Kenali Manfaat dan Risikonya

Bebek Petelur Menghasilkan Telur secara Berkala

Setelah memasuki masa bertelur, ternak dapat menghasilkan telur secara berkala selama produktivitasnya terjaga.

Jenis bebek petelur yang umum dibudidayakan di Indonesia antara lain itik Mojosari, Alabio, dan beberapa galur unggul hasil pengembangan. 

Pemilihan bibit perlu mempertimbangkan produktivitas, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan, kondisi kesehatan, serta ketersediaannya di daerah setempat.

Sebagai contoh, informasi dari Pusat Perpustakaan dan Literasi Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan RI, menyebutkan bahwa itik Master dapat mulai bertelur pada umur sekitar 18-20 minggu. 

Produksi telur yang dicapai tetap bergantung pada kualitas bibit, pakan, dan manajemen pemeliharaan.

Peternak juga perlu menyiapkan kebutuhan pakan dan perawatan selama masa pertumbuhan sebelum produksi telur dimulai. 

Dengan demikian, Artinya, usaha bebek petelur tidak langsung menghasilkan telur sejak bibit dibeli.

Baca Juga: Panduan Ternak Domba Pedaging untuk Kurban, Bisa Dimulai dari Sekarang

Bebek Pedaging Berfokus pada Pertumbuhan dan Bobot Panen

Di bidang ini, pemilihan bibit lebih diarahkan pada pertumbuhan, kesehatan, dan pencapaian bobot yang diminati pembeli.

Salah satu pilihan yang dikembangkan di Indonesia adalah itik PMp, yaitu Peking Mojosari Putih. 

Berdasarkan informasi Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Pelaihari, unit pelaksana teknis Ditjen PKH Kementan RI, itik PMp dapat mencapai bobot sekitar 2,02 kilogram pada umur tujuh minggu.

Angka tersebut merupakan acuan untuk jenis dan kondisi pemeliharaan tertentu, bukan jaminan bahwa semua bebek pedaging akan mencapai bobot yang sama. 

Usaha bebek pedaging dapat dipertimbangkan oleh peternak yang memiliki akses ke rumah makan, pedagang daging unggas, atau pembeli lain yang membutuhkan pasokan secara berkala.

Sebelum membeli bibit, pastikan calon pembeli memiliki kebutuhan yang sesuai dengan jenis bebek dan bobot panen yang direncanakan.

Baca Juga: Viral Sumbangan PMI Dipatok Rp 7,5 Juta, Gubernur Jakarta Larang Adanya Paksaan

Perbedaan Pakan dan Perawatan

Bebek petelur dan bebek pedaging sama-sama membutuhkan pakan dengan kandungan nutrisi yang sesuai. Namun, kebutuhan ransumnya mengikuti fase pertumbuhan dan tujuan produksinya.

Pada bebek petelur, pengelolaan pakan perlu mendukung pertumbuhan sekaligus produksi telur. 

Ketika memasuki masa bertelur, kebutuhan nutrisi harus diperhatikan agar produktivitas dan kualitas telur tetap terjaga.

Sementara itu, pakan bebek pedaging diarahkan untuk mendukung pertambahan bobot tubuh. 

Peternak perlu memperhatikan jumlah konsumsi, kualitas bahan pakan, dan perkembangan bobot agar pemeliharaan berjalan sesuai target.

Secara umum, panduan Budidaya Ternak Itik Petelur yang diterbitkan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah menekankan pentingnya pakan bergizi seimbang serta pengelolaan kandang dan pencegahan penyakit.

Selain pakan, kebersihan kandang, ketersediaan air minum, sirkulasi udara, dan pengendalian penyakit harus menjadi bagian dari rutinitas.

Baca Juga: Pemilik KTP Jakarta Bisa Nikmati 8 Layanan Gratis, Kesehatan-Transportasi-Bibit

Mana yang Lebih Cocok untuk Peternak Pemula?

Bebek petelur dapat dipertimbangkan jika calon peternak siap membiayai pemeliharaan selama masa pertumbuhan dan memiliki akses ke pembeli telur. 

Setelah produksi dimulai, peternak perlu menjaga produktivitas serta memastikan telur dapat dipasarkan secara rutin.

Bebek pedaging dapat menjadi pilihan jika peternak ingin berfokus pada produksi daging dan telah mengetahui kebutuhan pembeli.

Meski masa pemeliharaan untuk mencapai bobot potong dapat relatif singkat pada jenis tertentu, peternak tetap perlu mengatur waktu pembelian bibit, pemberian pakan, dan penjualan hasil panen.

Bagi pemula, langkah yang bijak adalah mempelajari kebutuhan pasar dan teknis pemeliharaan sebelum menentukan skala usaha.

Baca Juga: Film Dokumenter Ungkap Dampak Ekspansi Bioenergi Asia terhadap Hutan dan Masyarakat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru