Peristiwa

72 Siswa SD Jakarta Keracunan MBG, Simak Cara Atasi Keracunan Makanan

Minggu, 05 April 2026 | 07:07 WIB
72 Siswa SD Jakarta Keracunan MBG, Simak Cara Atasi Keracunan Makanan

ILUSTRASI. 72 Siswa SD Jakarta Keracunan MBG, Simak Cara Atasi Keracunan Makanan


Reporter: Adi Wikanto  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kasus keracunan makanan di program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Simak cara mengatasi atau pertolongan pertama pada korban keracunan makanan.

Dilansir dari Kompas.com, Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap fakta terbaru terkait kasus dugaan keracunan MBG yang menimpa 72 siswa sekolah dasar (SD) di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa yang menyiapkan makanan tersebut diketahui belum memenuhi standar, termasuk tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

SPPG Pondok Kelapa Disetop Operasionalnya

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan bahwa operasional dapur tersebut dihentikan sementara.

"SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), masih belum memenuhi standar," ujarnya dalam keterangan pers, Sabtu (4/4/2026).

Langkah ini diambil sebagai bentuk evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan pangan dalam program MBG.

Tonton: AS Siapkan Anggaran Militer Rp 24.000 Triliun! Dunia Menuju Perang Besar?

Dugaan Penyebab Keracunan

BGN menduga penyebab utama keracunan berasal dari makanan yang tidak lagi dalam kondisi segar saat dikonsumsi.

Menurut Nanik, jeda waktu antara proses memasak dan konsumsi terlalu lama sehingga berpotensi menurunkan kualitas makanan.

"Jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi berpotensi memicu gangguan kesehatan," jelasnya.

Menu Makanan yang Dikonsumsi Siswa

Menu MBG yang dikonsumsi siswa saat kejadian meliputi:
- Spageti bolognese  
- Bola-bola daging  
- Scramble egg tofu  
- Sayuran campur  
- Buah stroberi  

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut dugaan awal keracunan mengarah pada salah satu menu tersebut.

"Saya melihat sebagian besar korban terdampak diduga dari makanan spagetinya," ujar Pramono.

Tonton: Jet Tempur AS Berjatuhan! Konflik Meledak, Harga Minyak Naik & Dunia Terancam Krisis

Gejala yang Dialami Siswa

Setelah mengonsumsi makanan tersebut, para siswa mengalami berbagai gejala keracunan, seperti:
- Mual  
- Muntah  
- Diare  
- Demam  
- Nyeri perut  

Sebagian siswa sempat menjalani perawatan di rumah sakit, namun kondisi mereka dilaporkan mulai membaik.

Baca Juga: Ucapan Paskah 2026: 30 Kata Bijak Ini Bawa Damai dan Harapan Baru

BGN Tanggung Biaya dan Perketat Pengawasan

BGN menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini dan memastikan bertanggung jawab penuh terhadap para korban.

Langkah yang diambil:
- Menanggung seluruh biaya pengobatan siswa  
- Menghentikan operasional dapur terkait  
- Memperketat pengawasan keamanan pangan  

"Kami juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," tegas Nanik.

Evaluasi Program MBG

Kasus ini menjadi evaluasi penting dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), khususnya terkait standar dapur, distribusi makanan, dan pengelolaan limbah.

Ke depan, pemerintah diharapkan memperketat standar operasional agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga: WFH ASN Tangerang Mulai 10 April, PNS & PPPK Di Instansi Ini Wajib Ke Kantor 

Cara mengatasi keracunan makanan

Dilansir dari website Puskesmas Penimbung, Lombok Barat, keracunan makanan sebaiknya memperoleh penanganan secara optimal dari dokter atau layanan kesehatan. Bila seseorang mengalami keracunan makanan, penting untuk mengetahui langkah pertolongan pertama pada keracunan makanan yang bisa dilakukan sebelum mendapatkan penanganan medis:

1. Istirahat dan Hidrasi

Korban keracunan makanan harus beristirahat dan menghindari aktivitas berat. Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi, terutama jika mengalami muntah atau diare. Cairan yang baik meliputi air, larutan elektrolit atau rehidrasi oral.

2. Hindari Makanan dan Minuman Tertentu

Hindari makanan tertentu, seperti makanan padat, pedas, berminyak sampai dan diare berhenti. Hindari juga minuman berkafein, minuman beralkohol, susu dan minuman asam. Dan carilah makanan yang mudah dicerna dan rendah lemak seperti bubur, kentang atau pisang. Disarankan untuk mengomsumsi air jahe, karena dapat membantu meredakan gejala keracunan yang dialami serta air jahe dapat menenangkan saluran pencernaan.

3. Jangan Memaksa Muntah

Jika korban tidak muntah secara alami, jangan memaksanya untuk muntah karena dapat memperburuk kondisi.

Bila korban muntah secara alami, pastikan untuk menghindarai korban muntah dalam posisi berbaring. Tegakkan badan korban keracunan agar muntah tidak masuk ke saluran pernapasan serta tundukkan kepala untuk mencegah tersedak dan muntah kembali ke tenggorokan.

Tonton: Selat Hormuz Mulai Ditembus! Kapal LNG Jepang Berhasil Lolos di Tengah Perang Iran

4. Hindari Korban Dehidrasi

Segera tingkatkan asupan cairan bila muncul tanda-tanda dehidrasi dari korban keracunan. Biasanya tanda dehidrasi tersebut dapat berupa bibir kering, rasa sangat haus dan jarang buang air kecil.

5. Gunakan Obat yang Tersedia

Obat anti-diare atau anti-mual dapat digunakan untuk meredakan gejala keracunan. Namun akan lebih baik untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum dikonsumsi.

Keracunan makanan atau minuman merupakan salah satu kondisi yang berbahaya. Walaupun sudah dilakukan upaya pertolongan pertama pada korban keracunan makanan, tetap bawa korban ke layanan kesehatan agar mendapatkan penanganan medis profesional yang optimal.

Apalagi bila korban mengalami beberapa kondisi, seperti diare berlangsung lebih dari 48 jam, terdapat darah dalam muntah atau tinja, demam tinggi (di atas 38,5°C atau 101,3°F), muncul gejala dehidrasi parah serta gejala neurologis seperti penglihatan kabur, kelemahan otot atau kesulitan bicara.





Sebagian artikel bersumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/04/04/16295531/72-siswa-sd-diduga-keracunan-mbg-di-duren-sawit-sppg-pondok-kelapa-belum.

 

Geopolitik Memanas! IHSG Anjlok 14%, Emas & Kripto Ikut Terseret—Strategi Aman di 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru