Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.058
  • SUN95,65 0,01%
  • EMAS673.000 -0,59%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Anies Baswedan: Swastanisasi air tak untungkan masyarakat Jakarta

Rabu, 23 Januari 2019 / 22:41 WIB

Anies Baswedan: Swastanisasi air tak untungkan masyarakat Jakarta
ILUSTRASI. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai swastanisasi air tak menguntungkan warga Jakarta. Menurutnya, ini menjadi salah satu alasan pihaknya akan mengikuti putusan Mahkamah Agung untuk menghentikan swastanisasi. 

"Jadi sebenarnya logis bila kemudian dikatakan bahwa dengan dipegang swasta selama ini tidak menguntungkan bagi masyarakat di Jakarta," kata Anies di Jakarta Pusat, Rabu (23/1). 


Menurut Anies, air yang diterima sebagian warga Jakarta selama ini pun bukan air minum. Kenyataan itu, kata dia, contoh dari kerugian yang dialami Jakarta bermitra dengan perusahaan swasta untuk mengelola air. 

Meski begitu, Anies tak mau gegabah mengambil keputusan terkait pengelolaan air minum ini. Dia tidak ingin kebijakan terkait swastanisasi air justru menuai gugatan yang bisa merugikan warga. 

"Ketika kita mau melakukan tindakan, kan tindakan hukum harus mengikuti semua ketentuan hukum juga," ujar dia. 

Koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air Jakarta (KMMSAJ) sebelumnya mendesak Anies membatalkan swastanisasi air di Jakarta. 
KMMSAJ mengingatkan, pembatalan swastanisasi air sudah menjadi keputusan Mahkamah Agung (MA) yang harus dilaksanakan. 

"Dalam putusan tersebut, Gubernur DKI Jakarta dan enam tergugat lainnya dihukum untuk mengembalikan pengelolaan air di Jakarta kembali ke negara dan melakukan pengelolaan air sesuai dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia," kata pengacara dari LBH Jakarta Nelson Nikodemus Simamora. 

MA telah memutuskan untuk menghentikan kebijakan swastanisasi air di Jakarta. 

MA menilai konsep swastanisasi melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 1992 mengenai Perusahan Daerah Air Minum DKI Jakarta (PAM Jaya) karena membuat perjanjian dengan pihak swasta. 

Akibat dari swastanisasi air, PAM Jaya harus kehilangan pengelolaan air minum karena diambil alih pihak swasta. (Nibras Nada Nailufar)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul: "Gubernur DKI: Swastanisasi Air Tak Untungkan Warga Jakarta" 

Sumber : Kompas.com
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0015 || diagnostic_api_kanan = 0.0562 || diagnostic_web = 1.6506

Close [X]
×