KONTAN.CO.ID - Ayam yang tidak kunjung bertelur tentu bisa membuat Anda sebagai pengusaha atau peternak khawatir. Apalagi jika sebelumnya ayam tersebut rutin menghasilkan telur secara rutin.
Perlu dipahami lebih dulu, kondisi ayam berhenti bertelur tidak selalu disebabkan oleh penyakit.
Kementerian Pertanian (Kementan) menjelaskan bahwa produksi telur ayam dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari umur, kualitas pakan, kondisi kandang, stres, hingga kesehatan ternak.
Untuk Anda pengusaha ayam petelur yang sedang mengalami masalah tersebut, berikut adalah penyebab ayam tidak bertelur seperti semestinya.
Baca Juga: 6 Penyebab Kambing Sulit Gemuk, Bukan Cuma karena Kurang Pakan
1. Ayam belum masuk usia produktif
Ayam yang masih terlalu muda memang belum memasuki masa produksi telur. Karena itu, Anda perlu membedakan ayam yang belum pernah bertelur dengan ayam yang sebelumnya produktif tetapi tiba-tiba berhenti menghasilkan telur.
Pada ayam petelur, umur dan fase produksi menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan produktivitas. Seiring bertambahnya usia, produksi telur juga dapat mengalami penurunan.
2. Pakan dan nutrisi tidak mencukupi
Kementan menyebut kualitas dan keseimbangan nutrisi ransum berpengaruh terhadap produktivitas serta kesehatan ayam petelur. Bahkan, pakan menjadi salah satu komponen utama dalam usaha ayam petelur.
Karena itu, jangan hanya melihat banyak atau sedikitnya pakan yang diberikan. Jenis pakan, kualitas bahan, kandungan nutrisi, dan pola pemberiannya juga perlu diperhatikan.
Air minum yang cukup juga tidak boleh dilupakan dalam pemeliharaan ayam.
Baca Juga: Jenis Pakan Bebek Petelur agar Rajin Bertelur, Jangan Hanya Mengandalkan Dedak
3. Ayam mengalami stres
Ayam tidak bertelur juga bisa disebabkan karena stres.
Penyebabnya bisa bermacam-macam, seperti perubahan lingkungan, kondisi kandang yang tidak nyaman, kepadatan ternak, suara bising, hingga perubahan manajemen pemeliharaan.
BPTU-HPT Sembawa, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan, menjelaskan bahwa suhu panas atau heat stress pada ayam dapat berdampak pada konsumsi pakan, produksi telur, kesehatan, dan produktivitas.
Saat mengalami stres panas, ayam dapat terlihat terengah-engah, lebih banyak diam, meningkatkan konsumsi air, dan mengurangi konsumsi pakan.
4. Kondisi kandang kurang mendukung
Sirkulasi udara, kebersihan, kepadatan ayam, pencahayaan, serta perlindungan dari cuaca dapat memengaruhi kenyamanan dan produktivitas ternak.
Kementan melalui panduan sistem produksi ayam petelur juga menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan dan manajemen pemeliharaan dalam menjaga produktivitas ayam.
Baca Juga: Bolehkah Ampas Tahu Jadi Pakan Ternak? Kenali Manfaat dan Risikonya
5. Ayam mengalami gangguan kesehatan
Sebagai peternak ayam petelur, Anda wajib memperhatikan perubahan seperti ayam menjadi lemas, nafsu makan berkurang, perubahan perilaku, atau munculnya tanda-tanda penyakit lainnya.
Beberapa penyakit juga dapat menyebabkan produksi telur menurun. Dalam salah satu laporan veteriner Kementan, misalnya, gangguan penyakit pada ayam petelur dikaitkan dengan penurunan produksi telur.
Jika ayam tidak bertelur disertai gejala kesehatan lain, Anda harus meminta bantuan dokter hewan atau petugas kesehatan hewan untuk mengetahui penyebabnya.
6. Ayam sedang mengeram
Untuk ayam kampung atau ayam yang masih memiliki naluri mengeram, kondisi ini juga bisa menjadi alasan ayam berhenti bertelur sementara.
BBPP Kupang, Kementan, menjelaskan bahwa selama mengeram dan mengasuh anak, induk ayam tidak bertelur.
Naluri tersebut dapat memperpanjang jeda antara satu periode bertelur dengan periode berikutnya.
Kondisi ini berbeda dengan ayam ras petelur yang memang dikembangkan untuk menghasilkan telur secara lebih konsisten.
Baca Juga: Panduan Ternak Domba Pedaging untuk Kurban, Bisa Dimulai dari Sekarang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News