kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45695,97   -33,78   -4.63%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

BMKG: 51 titik panas terdeteksi di Sumatera


Jumat, 26 Agustus 2016 / 21:05 WIB
BMKG: 51 titik panas terdeteksi di Sumatera

Sumber: Antara | Editor: Yudho Winarto

PEKANBARU. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, 51 titik panas terdeteksi satelit berada di Sumatera dengan tingkat kepercayaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lebih dari 50 %.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi di Pekanbaru, Jumat (26/8), mengatakan terjadi penurunan jumlah titik panas di satu hari yang sama antara pagi hari sebanyak 68 titik dibanding sore hari 51 titik.

"Satelit pada pukul 16.00 WIB, mendeteksi 51 titik panas tersebar pada tiga provinsi di Sumatera. Terdiri di Riau terpantau 47 titik, Lampung tiga titik dan Sumatera Barat satu titik," ucapnya.

Hal tersebut, dipaparkannya, setelah melihat sebaran titik panas di Sumatera berdasarkan rilis Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dari pantauan sensor modis pada citra satelit milik NASA yakni Aqua dan Terra.

Slamet berujar, ke-47 titik panas di Riau tersebar pada lima kabupaten yaitu Rokan Hilir 22 titik, Siak 13 titik, Bengkalis sembilan titik, Rokan Hulu dua titik, dan Kampar satu titik.

Terdapat empat daerah terdeteksi oleh satelit dengan jumlah total 36 titik di antaranya, telah menjadi titik api karena miliki tingkat kepercayaan lebih dari 70 % atau berpotensi karlahut.

Seperti diketahui, Provinsi Riau memiliki 49 % atau 4,36 juta hektare dari luas total daratan daerah tersebut sekitar 8,9 juta hektare merupakan hutan dan lahan gambut, sehingga rawan terbakar ketika di musim kemarau.

"Rokan Hilir 18 titik api, Siak terpantau 10 titik api, Bengkalis tujuh titik api dan satu titik di Kampar merupakan titik api," ucapnya.




TERBARU

Close [X]
×