Peristiwa

BMKG: Cuaca Ekstrem Mengintai Indonesia Hingga Akhir Januari!

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:08 WIB
BMKG: Cuaca Ekstrem Mengintai Indonesia Hingga Akhir Januari!

ILUSTRASI. BMKG peringatkan potensi cuaca ekstrem di Indonesia hingga akhir Januari 2026. Ketahui wilayah terdampak dan langkah antisipasi dini. (Dok/BMKG.go.id)


Sumber: Kompas.com  | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Pada 20 Januari 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan imbauan peningkatan kewaspadaan potensi peningkatan cuaca ekstrem di berbagai wilayah di Indonesia. Wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) termasuk di dalamnya. 

Angin kencang dan hujan tak berkesudahan terjadi dua hari setelah peringatan dikeluarkan. Saat itu, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa gangguan atmosfer yang terpantau saat ini memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan. 

 

Kondisi ini dapat memicu potensi banjir, tanah longsor, dan gangguan pada sektor transportasi di wilayah terdampak. 

 

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Januari ini," kata Teuku. 

 

Dinamika atmosfer saat ini memang menunjukkan adanya peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah selatan Indonesia, namun dengan kesiapsiagaan yang baik dan terus memantau informasi resmi dari BMKG, kita dapat meminimalisir risiko bencana,” ujar dia. Kondisi ini tak berubah di beberapa daerah di Indonesia. 

 

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, cuaca di Indonesia akan didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Intensitas hujan ringan hingga lebat ini, kata dia, kemungkinan akan berlangsung hingga Kamis (29/1/2026). 

 

Baca Juga: Penerima KJP 2026 Wajib Tahu: Cara Daftar Sembako Subsidi Online.

 

"Perlu diwaspadai potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Aceh, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Papua," ucap pria yang akrab disapa Aam ini dalam keterangannya, Senin (26/1/2026). 

 

Sementara itu, hujan lebat yang disertai angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Papua Pegunungan. 

 

Sementara Bencana di sejumlah daerah Hujan dengan intensitas sedang-lebat ini menyebabkan bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah. 

 

Salah satu yang terparah terjadi di Kabupaten Bandung Barat di mana hingga Senin kemarin tercatat 17 orang meninggal dunia akibat longsor yang terjadi pada Jumat (23/1/2026). 

Jumlah korban diperkirakan akan bertambah karena operasi pencarian dan pertolongan masih terus berjalan.

 

Pada periode yang sama, banjir juga melanda Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), merusak 162 unit rumah dan fasilitas pendidikan.

 

Baca Juga: Peta Cuaca Ekstrem: BMKG Sebut Hanya 1 Provinsi Hujan Sangat Lebat

 

Banjir bandang juga terjadi di sejumlah wilayah di provinsi yang sama, di Bima ada 54 rumah rusak akibat banjir bandang, sedangkan 67 rumah warga Lombok Barat rusak.

 

Dampak cuaca ekstrem turut diraakan oleh masyarakat di ibu kota.

 

BNPB mencatat lebih dari 1.600 warga Jakarta mengungsi akibat banjir yang merendam permukiman mereka.

 

Titik pengungsian hampir tersebar merata, di wilayah Jakarta Timur seperti di Cawang, Kampung Melayu, dan Bidara Cina hingga wilayah Jakarta Barat seperti Rawa Buaya, Kembangan Selatan, Kembangan Utara, dan Duri Kosambi.

 

Banjir juga melanda beberapa wilayah di Kabupaten Tangerang, Banten, yang menyebabkan dua orang meninggal dunia.

Koordinasi dengan daerah, masyarakat harus waspada

Aam mengatakan, kondisi cuaca ekstrem yang masih terus berjalan di sebagian besar wilayah di Indonesia mengharuskan koordinasi yang kuat antara pusat dan pemerintah daerah.

BNPB sudah memberikan imbauan kepada pemerintah daerah untuk selalu memperhatikan prediksi dan prakiraan cuaca, khususnya daerah yang telah disebut oleh BMKG.

 

"Kita mendorong pemerintah daerah untuk melakukan apel kesiapsiagaan. Dan ini bukan apel baris-berbaris; ini adalah pengecekan alat, perangkat, personel, dan anggaran di daerah untuk benar-benar bisa dan mampu menghadapi kondisi kedaruratan yang bisa saja terjadi kapan saja," ucap Aam kepada Kompas.com, Senin.

 

Dia menjelaskan, pengecekan alat, perangkat, personel, dan anggaran bertujuan untuk melihat apakah sumber daya di daerah dirasa cukup atau tidak dalam menghadapi potensi kedaruratan yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem.

 

"Sekiranya pemerintah daerah merasa belum cukup terkait dengan kelengkapan alat, perangkat, personel, dan anggaran khususnya, maka segera tetapkan status Siaga Darurat dan langsung diajukan kebutuhan-kebutuhan yang riil yang memang akan digunakan untuk kesiapsiagaan menghadapi potensi kedaruratan bencana akibat cuaca ekstrem kepada pemerintah melalui BNPB," ucap dia.

 

Tak cuma pemda, Aan juga meminta masyarakat melakukan mitigasi bencana sejak dini.

 

Dia mengimbau agar masyarakat memulai pencegahan dari lingkungan rumah masing-masing dengan cara memeriksa gorong-gorong dan memastikan kelancaran drainase di sekitar lingkungan perumahan.

 

Tonton: Virus Nipah Jadi Alarm Global, Siapkah Nakes Indonesia?

 

Jangan membuang sampah di saluran-saluran air yang menjadi penyebab utama terjadinya penyumbatan pada saat debit air lebih dari rata-rata.

 

"Mari bersama-sama kita mempersiapkan diri, keluarga, lingkungan, dan komunitas untuk mampu menghadapi potensi kedaruratan yang mungkin saja bisa terjadi akibat cuaca ekstrem yang saat ini masih melanda di Indonesia," kata Aan.

 

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "Waspada, Cuaca Ekstrem Masih Membayangi Wilayah Indonesia"

Selanjutnya: Harga Saham BBCA Terkoreksi Jelang Paparan Kinerja Hari Ini, Selasa (27/1/2026)

Menarik Dibaca: Kesehatan Kerja: 5 Risiko yang Fatal Akibat Duduk Lama di Depan Laptop

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 Tampilkan Semua

Terbaru