HOME

BRG ajak pemerintah desa ikut jaga infrastruktur pembasahan gambut

Rabu, 30 September 2020 | 10:33 WIB   Reporter: Tendi Mahadi
BRG ajak pemerintah desa ikut jaga infrastruktur pembasahan gambut

ILUSTRASI. Pembasahan lahan gambut. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Restorasi Gambut (BRG) mengajak 23 desa peduli gambut di Kalimantan Barat menjaga dan memelihara  infrastuktur pembasahan gambut berupa sumur bor, sekat kanal, dan penimbunan kanal di wilayahnya. Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi, dan Kemitraan, Myrna A. Safitri menyebut langkah pemeliharaan itu sebagai bentuk tanggung jawab atas dana pemerintah dan masyarakat.

“Pemerintah desa perlu menjaga infrastruktur pembasahan gambut ini sebagai bagian dari menjaga ekosistem gambut," kata Myrna dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9).

Myrna menyambut baik beberapa desa yang sudah mengalokasikan dana APBDes untuk pemeliharaan infrastruktur pembasahan gambut. Selain itu, dia berharap pemerintah desa juga membuat lembaga desa yang bertanggung jawab pada infrastruktur pembasahan gambut tersebut. "Perlu ada penanggung jawab yang ditunjuk desa untuk menjaga infrastruktur pembasahan gambut," ucap dia.

Baca Juga: PSBB diperpanjang, mal milik orang terkaya Indonesia minta keringanan pajak

Myrna juga mengingatkan agar pemerintah desa tidak sekadar berparadigma pengerjaan proyek dalam kegiatan pemeliharaan infrastruktur pembasahan gambut. Sebab, beberapa infrastruktur pembasahan gambut yang dibangun bertujuan untuk warga sendiri. "Untuk itu saya berharap kepada para kepala desa untuk membuat organisasi untuk menguatkan kelembagaan desa," ucap dia.

Myrna mengatakan, pembuatan infrastruktur pembasahan gambut merupakan bagian dari kegiatan tiga pilar utama BRG, yaitu pembasahan, penanaman kembali, dan revitalisasi ekonomi.

Pembangunan infrastruktur pembasahan gambut menjadi bagian upaya menjaga ekosistem dan penguatan kesejahteraan masyarakat di area gambut. Dia berharap, tiga pilar utama yang dibawa BRG membawa dampak bagi status desa di area gambut tersebut. "Semoga secara bertahap mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengubah status desa dari desa sangat tertinggal menjadi desa mandiri," kata dia.

Selama kurun waktu 2017 hingga 2019, BRG telah membangun 13.816 sumur bor, 6.353 sekat kanal, dan penimpunan 152 sekat kanal sebagai upaya pembasahan.

Baca Juga: Graha Wisata Ragunan siap jadi tempat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19

Menurut Ketua Harian Tim Restorasi Gambut Daerah Provinsi Kalimatan Barat, Adi Yani, hingga 2019, wilayahnya memiliki 491 sumur bor dan 563 sekat kanal. "Kalimantan Barat ini memiliki 1,7 juta hektare area gambut. Pada 2020 ini ditargetkan 149.901 hektare lahan gambut direstorasi," ucap dia.

Yani bercerita, Kalimantan Barat memiliki 124 Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG). Tetapi, target restorasi yang difasilitasi BRG hanya berjumlah 17 KHG. Untuk itu, dia mengajak peran serta para kepala desa untuk memanfaatkan kelembagaan dan dana desa yang ada. "Kita berharap kegiatan restorasi dan penguatan kelembagaan desa bisa membuat gambut bermanfaat bagi masyarakat di area wilayah itu," ucap dia.

 

Selanjutnya: Pemkot Tasikmalaya memberlakukan jam malam akibat kasus Covid-19 terus meningkat

 

Editor: Tendi Mahadi


Terbaru