Budidaya jeruk di lahan gambut menjanjikan, BRGM berikan bantuan bibit ke petani

Kamis, 18 November 2021 | 15:32 WIB   Reporter: Tendi Mahadi
Budidaya jeruk di lahan gambut menjanjikan, BRGM berikan bantuan bibit ke petani

ILUSTRASI. Foto udara pola pembangunan sekat kanal di lahan gambut Tanjungjabung Timur, Jambi, Jumat (4/8). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/ama/17.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Melihat potensi budidaya jeruk di lahan gambut sangat menjanjikan, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) memberikan bantuan ekonomi berupa bibit jeruk kepada para petani di Desa Talio Hulu, Kecamatan Pandih Batu, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. 

Tanaman jeruk tersebut nantinya bisa dibudidayakan dengan metode tumpang sari bersama tanaman padi yang sebelumnya telah dikembangkan oleh BRGM. 

Suradi, petani pertama yang mencoba menanam jeruk di lahan gambut di desanya mengatakan, ia justru lebih tertarik menanam jeruk dibandingkan menanam sayuran. “Saya beranikan diri tanam tanaman keras di sini, salah satunya jeruk. Tanaman jeruk itu kan gak ganggu tanaman padi,” ujar Suradi.

Suradi pun mengaku jika budidaya tanaman jeruk bisa menambah penghasilannya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penghasilan tambahan bisa mencapai 6 juta per bulan  dari 300 pohon jeruk yang ditanamnya di Pematang 3 hektare sawah gambutnya. 

“Pertama saya tanam jeruk, bibit itu saya beli mandiri, sekarang hasilnya sudah dijual. Pembelinya juga beragam biasanya datang sendiri, kadang ke rumah, kadang ke sawah. Harga jualnya kalau sama pedagang itu Rp 8 ribu per kilogram, kalau sama pengecer Rp 10 ribu per kilogram, kalau orang luar bisa jual Rp 13 ribu per kilogramnya,” ungkapnya. 

Baca Juga: Ada balap superbike, Garuda Indonesia tambah frekuensi penerbangan ke Lombok

Sementara itu, Camat Pandih Batu, Sarjanadi, menyebut bibit jeruk dari BRGM ini sangat membantu masyarakat, terlebih jeruk merupakan salah satu komoditas buah yang bernilai ekonomi tinggi.

“Tanaman jeruk ini saya lihat cukup bagus, cocok dan subur ya. Jeruk ini juga membawa ekonomi yang cukup tinggi, karena saya lihat jeruk-jeruk yang sudah ada di Kalimantan sudah banyak yang dikirim ke pulau Jawa, harga jeruk pun lumayan bagus dan menjanjikan,” paparnya.

Kepala Kelompok Kerja Kerjasama Hukum dan Hubungan Masyarakat BRGM, Didy Wurjanto mengatakan, bantuan ekonomi berupa pemberian bibit jeruk di Desa Talio Hulu diharapkan mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, terutama di masa pandemi. 

“Selain padi, lahan gambut ini sebenarnya sangat potensial untuk ditanami tanaman pangan maupun hortikultura, salah satunya ya jeruk ini. Oleh karena itu BRGM memberikan bantuan bibit jeruk untuk dibudidayakan. Selain sangat menjanjikan, budidaya jeruk ini juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan yang potensial ke depannya bagi masyarakat,” ujar Didy dalam keterangannya, Kamis (18/11).

Selanjutnya: Pemprov DKI Jakarta keluarkan insentif retribusi daerah tahun 2021, ini rinciannya

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru