Cara Menyiapkan Kolam Ikan Nila Sebelum Benih Ditebar, Catat Tahapannya

Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:27 WIB
Cara Menyiapkan Kolam Ikan Nila Sebelum Benih Ditebar, Catat Tahapannya

ILUSTRASI. Budidaya ikan nila dengan sistem bioflok (KONTAN/Syamsul Ashar)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Simak tahapan menyiapkan kolam ikan nila sebelum benih siap ditebar. Pahami urutannya agar kolam benar-benar layak untuk ditinggali.

Selain menyiapkan benih, calon pembudidaya ikan nila jelas wajib menyiapkan kolam untuk memastikan lingkungan pemeliharaan sesuai bagi benih yang akan ditebar.

Beberapa tahap dasar seperti membersihkan kolam, memperbaiki bagian yang rusak, hingga memastikan kondisi air sudah sesuai perlu dilakukan sebelum benih dimasukkan.

Langsung saja, berikut adalah langkah-langkahnya.

Baca Juga: Tips Budidaya Ikan Nila: Cara Menentukan Ukuran Kolam yang Ideal

1. Bersihkan dan Keringkan Kolam

Jika kolam sebelumnya sudah digunakan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan sisa kotoran dan bahan organik yang menumpuk.

Untuk kolam tanah, dasar kolam dapat dikeringkan terlebih dahulu sebelum digunakan kembali.

Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada menjelaskan, persiapan kolam pembenihan nila merah dilakukan dengan mengeringkan kolam setelah tanah diratakan. Kolam kemudian disterilisasi menggunakan gamping sebelum kembali diisi air.

Pengeringan juga membantu mengurangi sisa organisme yang tidak diinginkan dari pemeliharaan sebelumnya.

Baca Juga: Jumlah Ikan Nila dalam Kolam yang Ideal Berdasarkan Luasnya

2. Periksa Kondisi Kolam

Perhatikan bagian dasar, pematang, serta saluran masuk dan keluar air. Jangan sampai terdapat kebocoran atau bagian kolam yang rusak.

PIAT UGM juga menyarankan pemasangan saringan pada saluran pemasukan dan pengeluaran air. Saringan tersebut berguna untuk mencegah ikan lain masuk ke kolam sekaligus mencegah benih keluar.

Langkah ini cukup penting, terutama jika kolam digunakan untuk memelihara benih ikan nila berukuran kecil.

Baca Juga: Kapan Ikan Nila Bisa Dipanen? Pahami Umur dan Ukuran Idealnya

3. Lakukan Pengapuran Jika Diperlukan

Program Studi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang menjelaskan bahwa persiapan media budidaya nila mencakup pengeringan kolam dan pengapuran.

Pengapuran dilakukan antara lain untuk membantu memperbaiki kondisi tanah serta memberantas hama dan ikan liar.

Namun, Anda tidak perlu memberikan kapur secara sembarangan. Kebutuhan pengapuran dapat berbeda tergantung kondisi tanah dan kolam.

Jika belum mengetahui kondisi kolam, terutama tingkat keasaman tanah, sebaiknya lakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Baca Juga: Tips Merawat Kambing Saat Cuaca Panas agar Tetap Sehat dan Produktif

4. Isi Kolam dengan Air

Setelah kolam selesai dibersihkan dan dipersiapkan, tahap berikutnya adalah mengisinya dengan air.

Air yang digunakan sebaiknya berasal dari sumber yang layak dan tidak tercemar.

Ketinggian air juga perlu disesuaikan dengan jenis kolam dan tahap budidaya.

Universitas Muhammadiyah Malang, misalnya, mencantumkan kedalaman air sekitar 80-100 sentimeter untuk kolam pembesaran dalam panduan budidaya ikan nila.

Sementara itu, kedalaman kolam pendederan tentu dapat berbeda karena benih masih berukuran lebih kecil.

Baca Juga: Tips Memilih Bibit Kambing yang Bagus Sebelum Mulai Beternak, Pemula Wajib Tahu

5. Jangan Langsung Tebar Benih

Berikan waktu agar kondisi air dan lingkungan kolam lebih siap sebelum penebaran.

Pada budidaya pembenihan nila merah di PIAT UGM, kolam yang sudah disterilisasi kemudian diisi air sebelum digunakan untuk pemijahan dan pemeliharaan benih.

Jika menggunakan kolam tanah, persiapan media juga dapat mencakup pemupukan untuk membantu menumbuhkan pakan alami.

Pastikan air tidak berbau menyengat, tercemar, atau menunjukkan kondisi yang tidak normal. Suhu dan kualitas air juga perlu diperhatikan karena akan menjadi lingkungan hidup ikan selama masa pemeliharaan.

Selain itu, benih yang baru datang sebaiknya tidak langsung dituangkan begitu saja ke kolam. Benih perlu diberi kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi air yang baru.

Baca Juga: Ayam Tidak Bertelur? Ini 6 Penyebab yang Perlu Diketahui Peternak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru