kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45688,11   9,81   1.45%
  • EMAS918.000 0,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Core: Kenaikan tarif tol dalam kota hanya berdampak ke sektor industri


Minggu, 26 Januari 2020 / 19:29 WIB
Core: Kenaikan tarif tol dalam kota hanya berdampak ke sektor industri
ILUSTRASI. Kendaraan melintas di ruas tol dalam kota Jakarta di kawasan Semanggi, Jakarta, Jumat (15/3/2019). PT Jasa Marga Tbk. akan menerapkan transaksi tol tanpa henti (single lane free flow) di ruas tol Jabodetabek dalam enam bulan mendatang menyusul penerapan s

Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, kenaikan tarif tol dalam kota dalam waktu dekat ini akan sangat berdampak bagi para pelaku sektor industri. Pasalnya, masalah yang akan dihadapi oleh mereka akan lebih kompleks.

"Untuk industri, saya pikir masalahnya lebih kompleks. Namun, bisa jadi kenaikan tarif tol ini sudah diantisipasi," ujar Yusuf kepada Kontan.co.id, Minggu (26/1).

Meskipun begitu, menurut Yusuf hal ini akan berbeda apabila pelaku sektor industri tidak memperhitungkan masalah lain, misalnya praktik pungutan liar (pungli). Seperti yang diketahui, permasalahan yang kerap kali dihadapi oleh para supir truk di jalan adalah adanya pungli yang dilakukan oleh berbagai oknum.

Baca Juga: Tarif Tol Dalam Kota akan segera naik

Untuk itu, secara tidak langsung kenaikan tarif tol dalam kota ini berpotensi menambah besaran pengeluaran uang jalan bagi para pengemudi truk industri.

Maka dari itu Yusuf mengimbau agar kenaikan tarif tol ini juga dibarengi dengan penyisiran pungli, terutama yang kerap dilakukan oleh para preman ataupun organisasi masyarakat (ormas) yang tidak mengantongi izin.

Yusuf juga menambahkan, kenaikan tarif ini tidak akan berdampak secara signifikan pada pembentukan harga pokok produksi.




TERBARU

Close [X]
×