Jawa Timur

Dilanda hujan es dan angin kencang, pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup

Jumat, 09 April 2021 | 13:53 WIB Sumber: Kompas.com
Dilanda hujan es dan angin kencang, pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup

ILUSTRASI. Jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, ditutup akibat cuaca ekstrem.

KONTAN.CO.ID - MALANG. Jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, ditutup akibat cuaca ekstrem. Pihak Taman Hutan Raya R Soerjo yang mengelola kawasan hutan Gunung Arjuno-Welirang mendeteksi adanya angin kencang dan hujan es di kawasan gunung tersebut.

"Jalur pendakian kami tutup karena kondisi cuaca yang memburuk dan ekstrem. Angin kencang dan hujan es," kata Kepala Taman Hutan Raya R Soerjo, Ahmad Wahyudi, Jumat (9/4). Wahyudi mengatakan, cuaca ekstrem di kawasan Gunung Arjuno-Welirang mulai terdeteksi pada Selasa (6/4) pagi.

Sejak saat itu, jalur pendakian menuju dua gunung yang berdampingan itu ditutup. "Kami tutup mulai tanggal 6 (April) kemarin," katanya. Saat ini, kondisi puncak gunung setinggi 3.399 meter di atas permukaan laut itu tertutup awan tebal.

Angin kencang juga masih terdeteksi di kawasan itu. "Untuk hari ini kondisi di puncak pagi tadi terpantau angin kencang dan siang ini tertutup awan tebal," ungkap dia.

Baca Juga: Banjir lahar Gunung Ile Lewotolok, NTT, 19 orang tewas, 48 orang belum ditemukan

Penutupan itu berlaku untuk semua jalur pendakian menuju Gunung Arjuno-Welirang, baik dari pintu pendakian di Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Belum diketahui kapan jalur pendakian itu akan dibuka kembali.

Pihak Taman Hutan Raya R Soerjo masih menunggu cuaca ekstrem mereda. Sementara itu, animo pendaki di Gunung Arjuno-Welirang cukup tinggi.

Wahyudi mengatakan, ketika akhir pekan jumlah pendaki rata-rata 250 orang per hari. "Animo pendaki tinggi, 250 orang per hari waktu akhir pekan," katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Dilanda Hujan Es dan Angin Kencang, Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Ditutup.
Penulis: Kontributor Malang, Andi Hartik
Editor: Dheri Agriesta

Baca Juga: Dalam enam jam, Gunung Merapi luncurkan tiga kali awan panas dan 16 kali guguran lava

Editor: Wahyu T.Rahmawati
Terbaru