SERANG. Pemerintah Provinsi Banten mengalokasikan dana Rp 10,3 miliar dalam APBD 2016 untuk membantu pendistribusian beras untuk warga miskin (Raskin) di delapan kabupaten/kota di daerah itu.
“Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2015 yang hanya Rp 7,2 miliar," kata Gubernur Banten Rano Karno saat meluncurkan Penyaluran dan Sosialisasi Program Raskin serta Bantuan Keuangan untuk Operasional Raskin di Pendopo Gubernur KP3B di Serang, Selasa (26/1).
Ia mengatakan, bantuan keuangan tersebut untuk membantu kabupaten/kota dalam upaya distribusi raskin dan operasional dari titik distribusi ke rumah tangga sasaran (RTS) atau penerima manfaat.
"Dengan bantuan operasional keuangan, kepada daerah diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta bisa meningkatkan serapan raskin hingga mencapai 100%," katanya.
Rano mengatakan, bantuan operasional penyaluran raskin di Banten sudah diberikan oleh Pemprov Banten sejak 2013 lalu dengan anggaran mencapai Rp 6,2 miliar. Kemudian meningkat pada 2014 menjadi Rp 6,3 miliar, pada 2015 meningkat menjadi Rp 7,2 miliar dan pada 2016 meningkat menjadi Rp 10,3 miliar.
"Untuk tahun 2016 ini jumlah RTS yang akan menerima bantuan subsidi beras ditetapkan sebanyak 526.178 RTS dengan alokasi pagu raskin 94.712.060 kilogram," sahut Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh (BKPP) Provinsi Banten Chairul Amri Chan.
Sedangkan realisasi penyaluran raskin pada 2015 meningkat dari tahun sebelumnya menjadi 96,46% dari alokasi pagu raskin 94.712.040 kilogram, serta realisasi bantuan keuangan untuk operasional penyaluran raskin 81,32% dari pagu Rp 7,2 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News