Jabodetabek

Gedung Bapenda Terbakar, Rano Karno Sebut Command Center Dishub Dipindahkan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:43 WIB
Gedung Bapenda Terbakar, Rano Karno Sebut Command Center Dishub Dipindahkan

ILUSTRASI. Rano Karno (TRIBUNNEWS/JEPRIMA)


Reporter: Hervin Jumar  | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebakaran Gedung Teknis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat pada Jumat (7/8/2026) malam, berdampak terhadap operasional pengendalian lalu lintas. 

Ruang pengendalian Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta yang berada di lantai 16 ikut terdampak sehingga dashboard CCTV dan Command Center akan dipindahkan ke Pusat Data dan Informasi di kawasan MT Haryono.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta,  Rano Karno, saat meninjau lokasi kebakaran pada Minggu (9/8/2026). Ia mengatakan pemindahan tersebut menjadi bagian dari langkah pemulihan layanan Dishub setelah kebakaran. Selama proses pemindahan, pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara manual untuk mengantisipasi kepadatan di sejumlah titik.

Baca Juga: Kebakaran Hutan Meluas, Seluruh Akses ke Gunung Bromo Ditutup

“Dishub DKI Jakarta akan mengerahkan petugas ke sejumlah simpang prioritas yang berpotensi mengalami kepadatan. Keselamatan penghuni gedung menjadi prioritas utama. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” kata Rano dalam keterangan resmi, Minggu (9/8/2026).

Selain pengendalian lalu lintas, kebakaran juga berdampak terhadap aktivitas sekitar 1.000 aparatur sipil negara (ASN) yang berkantor di Gedung Teknis Bapenda. ASN dari Bapenda, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Dishub, Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD), dan Bank Jakarta untuk sementara bekerja secara bergantian dari rumah maupun kantor pemerintahan lainnya.

Meski gedung terdampak kebakaran, Rano memastikan layanan perpajakan DKI Jakarta tetap berjalan. 

Menurutnya, data perpajakan telah memiliki sistem pencadangan digital sehingga kebakaran tidak mengganggu keberlangsungan layanan kepada masyarakat.

“Layanan perpajakan tetap berjalan karena data perpajakan DKI Jakarta telah memiliki sistem pencadangan digital. Untuk memastikan kondisi gedung tetap aman, dua unit mobil pemadam dengan 10 personel tetap disiagakan di lokasi,” ujar Rano.

Selama sistem pengendalian lalu lintas dipindahkan, Dishub DKI menyiagakan petugas di sejumlah simpang yang menjadi titik prioritas dan berpotensi mengalami kepadatan. Pengaturan lalu lintas dilakukan secara manual hingga sistem pengendalian kembali beroperasi dari lokasi pengganti.

Diketahui, kebakaran Gedung Teknis Bapenda terjadi pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) tiba sekitar 10 menit setelah laporan diterima dan langsung melakukan pemadaman.

Sebanyak 37 unit mobil pemadam kebakaran dan 185 personel dikerahkan dalam penanganan kebakaran. Api sempat kembali muncul di lantai 8 pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 09.50 WIB setelah sebelumnya berhasil dilokalisasi sekitar pukul 02.00 WIB.

Baca Juga: Pramono Pastikan Data Pajak Aman, Layanan Publik Tetap Berjalan Usai Kebakaran

Petugas kembali melakukan pemadaman dan berhasil mengendalikan api dalam waktu sekitar 10 menit. Seluruh operasi penanganan kemudian dinyatakan selesai pada pukul 12.05 WIB.

 

Satu orang yang sempat berada di lantai 15 berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan dibawa ke Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat, untuk mendapatkan penanganan medis.

 

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Berdasarkan informasi awal dari pengelola gedung, titik api diduga berasal dari lantai 11 dan kemudian berdampak hingga lantai 16.

 

“Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan dan berdasarkan informasi awal dari pengelola gedung, titik api diduga berasal dari lantai 11 dan kemudian berdampak hingga lantai 16. Garis polisi telah dipasang di lokasi, serta proses penyelidikan selanjutnya dilakukan oleh Polda Metro Jaya untuk memastikan penyebab kebakaran,” pungkas Rano.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru