Kalender Jawa 21-27 September 2026: Weton, Hari Baik, dan Pantangan

Senin, 21 September 2026 | 07:39 WIB
Kalender Jawa 21-27 September 2026: Weton, Hari Baik, dan Pantangan

ILUSTRASI. Wayang kulit Jawa (ANTARA/Noveradika)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo  | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Menjelang pekan terakhir September 2026, kalender Jawa 21-27 September 2026 mencatat rangkaian weton dengan kombinasi pasaran, neptu, hingga Naga Hari yang berbeda setiap harinya.

Kalender Jawa masih digunakan sebagai salah satu referensi tradisional untuk melihat perhitungan hari. Di dalamnya juga terdapat panduan mengenai sejumlah aktivitas yang dianggap baik dilakukan maupun perlu dihindari menurut tradisi Jawa.

Sistem penanggalan ini memadukan siklus tujuh hari dengan pasaran lima harian yang terdiri dari Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.

Di dalamnya terdapat aturan mengenai weton yang kemudian dilengkapi perhitungan neptu, wuku, tanggal Jawa, Pranata Mangsa, dan Naga Hari.

Berikut rincian kalender Jawa 21-27 September 2026, mengacu penghitungan JavaSense:

Baca Juga: Apakah Hari Kesaktian Pancasila Libur Nasional? Cek Kembali SKB 3 Menteri

Kalender Jawa 21-27 September 2026

​Senin, 21 September 2026

  • Weton: Senin Legi
  • Neptu: 9
  • Wuku: Bala
  • Tanggal Jawa: 8 Bakda Mulud 1960 Be
  • Tanggal Hijriah: 8 Rabiulakhir 1448 H
  • Pranata Mangsa: Kapat
  • Naga Hari: Barat Selatan
  • Baik untuk: Mengunjungi teman, menjadi utusan untuk pertemuan penting.
  • Perlu dihindari: Mengajarkan ilmu kebatinan.

Selasa, 22 September 2026

  • Weton: Selasa Pahing
  • Neptu: 12
  • Wuku: Bala
  • Tanggal Jawa: 9 Bakda Mulud 1960 Be
  • Tanggal Hijriah: 9 Rabiulakhir 1448 H
  • Pranata Mangsa: Kapat
  • Naga Hari: Timur Utara
  • Baik untuk: Mengunjungi teman, menjadi utusan untuk pertemuan penting.
  • Perlu dihindari: Mengajarkan ilmu kebatinan.

Rabu, 23 September 2026

  • Weton: Rabu Pon
  • Neptu: 14
  • Wuku: Bala
  • Tanggal Jawa: 10 Bakda Mulud 1960 Be
  • Tanggal Hijriah: 10 Rabiulakhir 1448 H
  • Pranata Mangsa: Kapat
  • Naga Hari: Barat Selatan
  • Baik untuk: Mengunjungi teman, menjadi utusan untuk pertemuan penting.
  • Perlu dihindari: Mengajarkan ilmu kebatinan.

Baca Juga: Kontes Kapal Indonesia 2026 Dorong Inovasi Kapal, Efisiensi BBM Jadi Salah Satu Fokus

Kamis, 24 September 2026

  • Weton: Kamis Wage
  • Neptu: 12
  • Wuku: Bala
  • Tanggal Jawa: 11 Bakda Mulud 1960 Be
  • Tanggal Hijriah: 11 Rabiulakhir 1448 H
  • Pranata Mangsa: Kapat
  • Naga Hari: Timur Utara
  • Baik untuk: Mengunjungi teman, menjadi utusan untuk pertemuan penting.
  • Perlu dihindari: Mengajarkan ilmu kebatinan.

Jumat, 25 September 2026

  • Weton: Jumat Kliwon
  • Neptu: 14
  • Wuku: Bala
  • Tanggal Jawa: 12 Bakda Mulud 1960 Be
  • Tanggal Hijriah: 12 Rabiulakhir 1448 H
  • Pranata Mangsa: Kapat
  • Naga Hari: Barat Selatan
  • Baik untuk: Mengunjungi teman, menjadi utusan untuk pertemuan penting.
  • Perlu dihindari: Mengajarkan ilmu kebatinan.

Sabtu, 26 September 2026

  • Weton: Sabtu Legi
  • Neptu: 14
  • Wuku: Bala
  • Tanggal Jawa: 13 Bakda Mulud 1960 Be
  • Tanggal Hijriah: 13 Rabiulakhir 1448 H
  • Pranata Mangsa: Kapat
  • Naga Hari: Barat Selatan
  • Baik untuk: Mengunjungi teman, menjadi utusan untuk pertemuan penting.
  • Perlu dihindari: Mengajarkan ilmu kebatinan.

Minggu, 27 September 2026

  • Weton: Minggu Pahing
  • Neptu: 14
  • Wuku: Wugu
  • Tanggal Jawa: 14 Bakda Mulud 1960 Be
  • Tanggal Hijriah: 14 Rabiulakhir 1448 H
  • Pranata Mangsa: Kapat
  • Naga Hari: Barat Selatan
  • Baik untuk: Memperbaiki rumah, menikah, bepergian untuk mencari rezeki.
  • Perlu dihindari: Membangun pertemanan baru, berselisih dengan orang lain, mencari nafkah dengan cara tidak jujur.

Baca Juga: Update Harga iPhone 17, 17 Pro, 17 Pro Max Periode September 2026 di iBox

Makna Wuku Bala dan Wugu

Sepanjang 21-26 September 2026, kalender Jawa masih berada dalam Wuku Bala. Wuku ini dinaungi oleh Bethari Durga yang dalam pemaknaan tradisional menjadi lambang kekuatan, ketegasan, dan perlindungan.

Orang yang lahir dalam Wuku Bala secara tradisional digambarkan sebagai sosok yang kuat, berani, dan tidak mudah menyerah.

Memasuki 27 September 2026, wuku berganti menjadi Wuku Wugu. Wuku ini dinaungi oleh Bethara Singajangma, yang dikaitkan dengan pengaturan siklus kehidupan dan perubahan.

Mereka yang berada dalam wuku ini secara tradisional digambarkan memiliki sifat bijaksana dan adaptif serta mampu menjaga keseimbangan hidup.

Baca Juga: Tim Damkar Jepang Pun Kesulitan Padamkan Kebakaran Hutan Di Kalimantan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru