Peristiwa

Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT, BNPB Kerahkan Tim dan Helikopter

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:21 WIB
Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT, BNPB Kerahkan Tim dan Helikopter

ILUSTRASI. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi (DOK/AFP)


Reporter: Handoyo  | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami dan mendorong ribuan warga di Nagekeo melakukan evakuasi mandiri.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, akan segera menuju wilayah terdampak untuk memantau langsung penanganan pascagempa.

Gempa terjadi pada pukul 04.58.24 WIB dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Guncangan dirasakan kuat di sejumlah wilayah NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Sulawesi Selatan.

Sebagai langkah percepatan penanganan, BNPB langsung mengerahkan tim penanganan darurat untuk membantu pemerintah daerah melakukan kaji cepat, menangani korban, mendata dampak kerusakan, serta memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Dukungan logistik dan peralatan juga disiapkan untuk memperkuat operasi di lapangan.

Baca Juga: Gempa M 7,0 Guncang NTT, Warga Manggarai Timur Mengungsi ke Perbukitan

BNPB turut mengarahkan satu unit helikopter untuk membantu mobilisasi logistik dan mendukung operasional penanganan darurat, termasuk kemungkinan evakuasi apabila diperlukan. Dukungan udara dinilai penting karena kondisi geografis NTT yang terdiri atas banyak pulau dengan tantangan akses antardaerah.

Satu Orang Meninggal, Empat Luka-luka

Berdasarkan pemutakhiran dan validasi data di lapangan hingga pukul 08.00 WIB, BNPB mencatat satu orang meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka.

Korban meninggal dunia merupakan warga Kabupaten Sikka. Sementara itu, korban luka tercatat berada di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo.

Sebelumnya, laporan awal menyebutkan terdapat dua korban meninggal dunia. Namun, setelah dilakukan verifikasi dan validasi oleh petugas di lapangan, data tersebut diperbarui menjadi satu orang meninggal dunia.

BNPB menyampaikan permohonan maaf atas perihal ini pada laporan awal dan akan terus memastikan setiap informasi yang disampaikan telah melalui proses verifikasi.

Pendataan dan verifikasi terhadap korban serta dampak lainnya masih dilakukan oleh BPBD bersama unsur terkait di lapangan.

Sekitar 2.000 Warga Nagekeo Evakuasi Mandiri

Gempa Nagekeo juga mendorong sekitar 2.000 warga melakukan evakuasi mandiri sebagai langkah kewaspadaan setelah gempa dan munculnya peringatan dini tsunami.

Di Kota Bima, tercatat satu kepala keluarga atau enam jiwa terdampak.

Baca Juga: Gempa M 7,7 Guncang Flores NTT, BMKG: Berpotensi Tsunami

Sementara itu, kerusakan sementara yang telah teridentifikasi mencakup dua unit rumah rusak berat, satu unit rumah rusak sedang, dan dua unit rumah rusak ringan. Selain bangunan tempat tinggal, satu gudang Bulog juga terdampak.

BNPB juga mencatat tiga fasilitas umum mengalami kerusakan ringan serta enam kantor pemerintahan terdampak. Seluruh data tersebut masih bersifat sementara dan terus diverifikasi oleh BPBD bersama unsur terkait.

Guncangan gempa dilaporkan dirasakan di Kabupaten Nagekeo, Sikka, dan Manggarai Barat di NTT; Kota Bima dan Kabupaten Bima di NTB; serta Kabupaten Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Maros di Sulawesi Selatan.

Di sejumlah wilayah pesisir, masyarakat sempat melakukan evakuasi sebagai respons terhadap peringatan dini tsunami.

Peringatan Dini Tsunami Berakhir

Berdasarkan hasil observasi tinggi muka laut di wilayah terdampak, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan tidak terdapat lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan.

Baca Juga: Gempa Beruntun Guncang NTT Sabtu (15/8) Pagi

Peringatan dini tsunami kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07.31.30 WIB.

Meski peringatan tsunami telah berakhir, BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Masyarakat juga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa.

Selain itu, masyarakat diminta mengikuti arahan pemerintah daerah serta memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi.

Hingga saat ini, kondisi masyarakat di Kota Bima secara umum kondusif. Sementara itu, pendataan dan verifikasi lapangan masih berlangsung.

Di Kabupaten Nagekeo, petugas masih melakukan penanganan situasi. Kondisi jalan dilaporkan mengalami kemacetan, sedangkan aliran listrik masih padam.

BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTT, BPBD kabupaten/kota terdampak, BMKG, Basarnas, TNI, Polri, kementerian/lembaga, serta unsur terkait lainnya untuk memastikan penanganan berlangsung cepat dan terpadu.

BNPB memastikan dukungan pemerintah pusat akan terus diberikan sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan, terutama untuk penanganan korban, evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, dukungan logistik dan peralatan, serta percepatan pemulihan masyarakat terdampak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru