Jabodetabek

Gubernur DKI Anies minta warga Jakarta tak keluar kota saat libur panjang Imlek

Jumat, 05 Februari 2021 | 18:43 WIB   Reporter: Titis Nurdiana
Gubernur DKI Anies minta warga Jakarta tak keluar kota saat libur panjang Imlek

ILUSTRASI. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan minta warga Jakarta tak keluar kota atau bepergian saat libur panjang Imlek. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan minta agar warga Jakarta di rumah saja, meski ada libur panjang di akhir pekan depan, seiring perayaan Imlek yang jatuh pada tanggal 12 Februari 2021. Himbauan ini diberikan demi menjaga warga agar tak ikut terpapar virus corona atau Covid-19.

Gubernur DKI Anies, dalam keterangan pers yang disiarkan Youtube Pemprov DKI Jakarta, Jumat (5/2) mengatakan bahwa  lonjakan kasus positif corona atau Covid-19 selalu terjadi 1-2 pekan selesai libur panjang akhir pekan. 

Baca Juga: Gubernur Anies tegaskan: Jakarta tak akan lockdown akhir pekan atau malam hari

Untuk itu, "Saya imbau kita semua jangan bepergian ke luar kota, tahan diri untuk tidak mengunjungi tempat-tempat keramaian, dan sebisanya di rumah saja bila tidak ada keperluan esensial. Ini penting untuk menjaga kasus aktif tidak terus bertambah,” ujar Anies.

Anies juga minta agar warga disiplin dalam menegakkan protokol keseharan 3M yakni menggunakan masker, menjaga jarak serta mencuci tangan dengan sabun untuk mencegah penularan corona.

Baca Juga: Satgas sebut Presiden Jokowi akan terapkan PPKM skala mikro mulai 9 Februari  

Gubernur Anies menegaskan, Jakarta tidak akan menggunakan opsi lockdown Sabtu-Minggu maupun malam hari untuk menekan penyebaran virus corona. 
"Tidak ada rencana lockdown demi menekan corona di akhir pekan di DKI Jakarta," tegas Anies dalam video klarifikasinya, Jumat (5/2).

Anies mengaku,Pemprov DKI Jakarta tidak pernah mempertimbangkan opsi untuk melakukan lockdown akhir pekan di Jakarta sebagai upaya untuk menekan penyebaran corona.

Kata Anies, virus termasuk virus corona tak mengenal waktu dan hari saat menularkannya.

Baca Juga: Luhut: Kurang lebih 2 juta data kasus corona belum masuk, efeknya ke positivity rate

"Jakarta tidak merencanakan kebijakan lockdown di akhir pekan. Itu wacana yang berkembang di masyarakat dan media. Tapi kami tidak di posisi mempertimbangkan apalagi menetapkan. Bahwa akan ada lockdown di akhir pekan di Jakarta, itu tidak benar ," tambah Anies.

 

Editor: Titis Nurdiana
Terbaru