kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,89   -31,85   -4.36%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Gubernur NTT sebut wisatawan miskin tak boleh ke Labuan Bajo, begini maksudnya


Jumat, 15 November 2019 / 22:50 WIB
Gubernur NTT sebut wisatawan miskin tak boleh ke Labuan Bajo, begini maksudnya
ILUSTRASI. Wisatawan mancanegara berfoto di destinasi wisata Pulau Padar Labuan Bajo Nusatenggara Timur, Kamis (29/8).

Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - LABUAN BAJO. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat sempat menyebutkan, Labuan Bajo dirancang untuk menjadi destinasi wisata kelas premium.

Artinya, wisatawan atau turis asing yang berkantong tebal saja yang disarankan mengunjungi Labuan Bajo. Sementara yang berkantong tipis tidak dianjurkan datang dan berkunjung ke NTT.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan NTT Lydia Kurniawati Christyana mengatakan, ungkapan Gubernur NTT itu sebetulnya untuk menarik wisatawan asing datang ke NTT, utamanya yang berkantong tebal sehingga mampu menggerakkan ekonomi sekitar.

Baca Juga: Bappenas kaji proyek pengembangan Bandara Labuan Bajo melalui skema KPBU

"Pak Gubernur memang statement-nya selalu menohok. Mungkin itu salah satu jawaban dia bahwa banyak lo potensi wisata di Labuan Bajo. Oleh karena itu, pemerintah sangat memikirkan bagaimana sarana prasarana diperbaiki terlebih dahulu," kata Lydia di Labuan Bajo, Jumat (15/11).

Terkait rancangan menjadi kelas premium, Kepala Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina Sukarsono membenarkan hal itu. Dalam beberapa tahun terakhir, setidaknya sejak 2017 pemerintah memang menggenjot pembangunan destinasi wisata tersebut.

Berbagai pembangunan sarana dan prasarana, seperti dermaga, bandara internasional, dan perbaikan jalan, hingga 2019 pun mulai terlihat hasilnya.

Baca Juga: Pembangunan infrastruktur lima KSPN super prioritas butuh anggaran Rp 7,6 triliun

"NTT memang disasar untuk premium market. Potensi wisatanya luar biasa sehingga memang yang bisa datang ke lokasi-lokasi tadi adalah premium market. Dan kita perlu lihat (pernyataan) Gubernur itu maksudnya untuk menambah wisatawan yang datang," ujar Shana dalam kesempatan yang sama.

Terlebih lagi, Pulau Komodo yang menjadi salah satu daya tarik Labuan Bajo masuk kategori World Heritage Site dari UNESCO. Dengan demikian, Shana bilang, penting rasanya untuk memanfaatkan wilayah timur Indonesia menjadi destinasi wisata dan memicu pertumbuhan ekonomi.

Sebelumnya, Viktor menyatakan, pariwisata di NTT dirancang untuk menjadi destinasi kelas premium. Oleh karena itu, wisatawan asing yang berkantong tipis atau miskin tidak boleh datang dan berkunjung ke NTT.

Baca Juga: Pemerintah akan percepat proyek infrastruktur wisata super prioritas

Penobatan itu, menurut Viktor, menunjukkan di setiap tempat di NTT ada atraksi keindahan alam dan budaya yang akan dipenuhi wisatawan asing dari berbagai negara. "Karena itu, wisatawan yang datang itu harus kaya. Kalau yang miskin tidak boleh datang," tegas dia.

"Saya sampaikan ke presiden, kalau wisatawan yang miskin, kami di NTT paling banyak begitu (miskin). Jadi kalau wisatawan miskin yang datang, kami sudah tidak mau lihat lagi," imbuh Viktor.

Penulis: Fika Nurul Ulya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gubernur NTT Sebut Wisatawan Miskin Tak Boleh ke Labuan Bajo, Ini Maksudnya"




TERBARU

Close [X]
×