kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45793,95   -1,37   -0.17%
  • EMAS942.000 0,43%
  • RD.SAHAM 0.14%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.04%

Gubernur NTT sebut wisatawan miskin tak boleh ke Labuan Bajo, begini maksudnya


Jumat, 15 November 2019 / 22:50 WIB
Gubernur NTT sebut wisatawan miskin tak boleh ke Labuan Bajo, begini maksudnya
ILUSTRASI. Wisatawan mancanegara berfoto di destinasi wisata Pulau Padar Labuan Bajo Nusatenggara Timur, Kamis (29/8).

Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

"NTT memang disasar untuk premium market. Potensi wisatanya luar biasa sehingga memang yang bisa datang ke lokasi-lokasi tadi adalah premium market. Dan kita perlu lihat (pernyataan) Gubernur itu maksudnya untuk menambah wisatawan yang datang," ujar Shana dalam kesempatan yang sama.

Terlebih lagi, Pulau Komodo yang menjadi salah satu daya tarik Labuan Bajo masuk kategori World Heritage Site dari UNESCO. Dengan demikian, Shana bilang, penting rasanya untuk memanfaatkan wilayah timur Indonesia menjadi destinasi wisata dan memicu pertumbuhan ekonomi.

Sebelumnya, Viktor menyatakan, pariwisata di NTT dirancang untuk menjadi destinasi kelas premium. Oleh karena itu, wisatawan asing yang berkantong tipis atau miskin tidak boleh datang dan berkunjung ke NTT.

Baca Juga: Pemerintah akan percepat proyek infrastruktur wisata super prioritas

Penobatan itu, menurut Viktor, menunjukkan di setiap tempat di NTT ada atraksi keindahan alam dan budaya yang akan dipenuhi wisatawan asing dari berbagai negara. "Karena itu, wisatawan yang datang itu harus kaya. Kalau yang miskin tidak boleh datang," tegas dia.

"Saya sampaikan ke presiden, kalau wisatawan yang miskin, kami di NTT paling banyak begitu (miskin). Jadi kalau wisatawan miskin yang datang, kami sudah tidak mau lihat lagi," imbuh Viktor.

Penulis: Fika Nurul Ulya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gubernur NTT Sebut Wisatawan Miskin Tak Boleh ke Labuan Bajo, Ini Maksudnya"



TERBARU

[X]
×