Jaga ekosistem mangrove, BRGM latih warga kembangkan tambak ramah lingkungan

Rabu, 13 Oktober 2021 | 22:01 WIB   Reporter: Tendi Mahadi
Jaga ekosistem mangrove, BRGM latih warga kembangkan tambak ramah lingkungan

ILUSTRASI. Rehabilitasi mangrove ikut mendongkrak penghasilan nelayan.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) menggelar Sekolah Lapang Masyarakat Pengelolaan Mangrove dan Tambak Ramah Lingkungan di Desa Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. 

Program yang juga bertujuan untuk mengembangkan perilaku ramah lingkungan berkelanjutan tersebut, diikuti oleh 72 peserta yang terdiri dari petambak, mahasiswa, serta perwakilan dari Desa Mandiri Peduli Mangrove. Sementara itu, dalam merumuskan solusi permasalahan yang dihadapi di lapangan, BRGM menjalin kemitraan dengan Universitas Mulawarman (Unmul) melalui skema matching fund Kedaireka. 

“Sekolah Lapang ini untuk menggali ilmu-ilmu praktik bukan teori saja. Kita bisa dapat pengalaman dari para petambak, para petambak  nanti ada pengayaan ilmu juga, karena orang yang sehari-hari berhubungan dengan mangrove adalah para petambak,” ujar Rita Diana, dosen dan peneliti dari Universitas Mulawarman (Unmul) dalam keterangannya, Rabu (13/10). 

Lebih lanjut Rita menyampaikan, bahwasanya penerapan pengelolaan mangrove berbasis tambak dan lingkungan ini akan mengembangkan dan melakukan pembangunan demplot akuakultur (silvofishery) terintegrasi, mulai dari pembenihan udang, budidaya udang di tambak, pembuatan pakan mandiri dan budidaya kepiting soka di tambak. Nantinya, demplot tersebut akan menjadi percontohan untuk pengelolaan tambak yang ramah lingkungan dengan pengaplikasian smart akuakultur.

Baca Juga: KKP perketat pemberian izin pemanfaatan ruang laut berisiko tinggi

“Bulan depan kita adakan praktik langsung di tambak, salah satu tambak yang dijadikan demplot, di situ nanti akan uji coba yang mungkin para petambak gunakan bahan kimia, nanti kita coba bahan alami. Uji coba ini adalah hasil penelitian yang akan kita coba dalam skala besar,” pungkasnya. 

Melihat hasil penelitian Unmul, Kapokja Edukasi dan Sosialisasi BRGM, Suwignya Utama berharap kegiatan ini bisa menjadi pembelajaran masyarakat mangrove dalam membangun tambak-tambak ramah lingkungan. “Kami berharap kegiatan Sekolah Lapang ini bisa dipraktikan, lebih menguntungkan dan meningkatkan perekonomian warga serta menjaga lingkungan. Jika ini berhasil, masyarakat yang sudah mendapatkan bantuan rehabilitasi mangrove bisa lihat tambak percontohan ini,” ujar Suwignya Utama. 

Suwignya juga menambahkan, kegiatan ini merupakan perwujudan visi Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove bahwa rehabilitasi mangrove melalui penanaman bibit mangrove tidak akan menutup usaha tambak. Justru akan meningkatkan produktifitas tambak. 

Seperti diketahui, Kalimantan Timur merupakan salah satu lokasi target percepatan rehabilitasi mangrove BRGM. Program rehabilitasi mangrove ini melibatkan masyarakat langsung dengan pendekatan padat karya dengan skema Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Di mana target penanaman mangrove tahun 2021 di Kalimantan Timur seluas 5.880 hektare. Adapun progres penanaman mangrove telah mencapai 76,96% atau seluas 4.525 hektare.

Selanjutnya: Target rehabilitasi hutan mangrove seluas 630.000 hektare hingga 2024

 

Editor: Tendi Mahadi
Terbaru