KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Barat (Jabar) mematangkan persiapan menghadapi perhelatan Selangor International Business Summit (SIBS) 2026 di Bandung pada 9-10 Juli guna memastikan peluang investasi dan penetrasi pasar dapat dimaksimalkan pelaku usaha.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Perekonomian dan Investasi Kadin Jabar Dr Masrura Ram Idjal di Bandung, Selasa menilai, ajang internasional tersebut menjadi momentum strategis bagi pelaku usaha lokal untuk menangkap peluang investasi dari Malaysia khususnya Selangor, sekaligus memperluas penetrasi pasar ke kawasan ASEAN.
Baca Juga: Blok M Masuk Dalam Usulan Kawasan Rendah Emisi
Sejauh ini, lanjut dia, Kadin Jabar terus memaksimalkan kurasi profil terhadap 150 perusahaan asal Jawa Barat untuk dipertemukan dengan para investor dan pembeli (buyer) dari Negeri Jiran dalam ajang tersebut nantinya.
"Kami diminta mengundang kurang lebih 150 perusahaan dari Jawa Barat yang disesuaikan dengan 12 bidang bisnis yang diincar oleh pihak Selangor. Kami memetakan profil para anggota melalui pengisian data agar saat business matching nanti, pengusaha yang datang benar-benar relevan dengan kebutuhan mereka," ujar Masrura dalam keterangannya Kamis (25/6/2026).
Menurut dia, Selangor membawa potensi investasi yang besar, terutama pada 12 sektor unggulan, yang oleh Kadin Jabar bisa ditawarkan secara agresif, seperti pengembangan industri manufaktur di Kawasan Rebana serta industri kreatif di Kota Bandung.
"Dalam pengembangan kawasan, Kadin banyak menitikberatkan pada Kawasan Rebana yang dipersiapkan menjadi pusat kendaraan listrik. Selain itu, kami berharap banyak pada industri kreatif, seperti gim, film, dan animasi yang pusatnya ada di Bandung," ujar dia.
Baca Juga: Jadwal 4 Jalur Prestasi SPMB Sulsel 2026: Peluang Emas Terakhir Masuk SMA Pilihan
Sebagai bagian dari rangkaian acara, delegasi dari Malaysia juga dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan langsung ke pusat industri kreatif di kawasan Bandung serta meninjau infrastruktur dan peluang investasi di Kawasan industri Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
Selain memfasilitasi temu bisnis, Masrura mengatakan SIBS 2026 di Bandung akan menyoroti dua isu krusial melalui pelaksanaan lokakarya, yaitu potensi investasi produk ekspor dan kesiapan sumber daya manusia (SDM).
Masrura menekankan bahwa daya tarik investasi Indonesia khususnya Jawa Barat, selain pasar yang besar, adalah biaya tenaga kerja yang kompetitif. Namun, dia menekankan momentum ini harus dimanfaatkan untuk mendorong transfer teknologi yang maksimal.
"Tenaga kerja yang kompetitif ini juga harus maksimal ketika kita melakukan transfer teknologi, sehingga mereka mampu memenuhi kriteria dan kualifikasi yang diminta oleh perusahaan internasional," kata Masrura.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Bali, Denpasar dan Sekitarnya Hari Ini Kamis (25/6/2026)
Kerja sama itu, menurut dia, dirancang secara berkesinambungan. Setelah gelaran di Bandung pada bulan Juli, para pengusaha Jawa Barat dijadwalkan akan gantian bertolak ke Malaysia pada Oktober 2026 untuk mengikuti fase kedua SIBS.
Masrura mengungkapkan, kehadiran pengusaha Jabar ke Selangor pada Oktober nanti akan berfokus pada perluasan pasar ekspor.
"Malaysia, khususnya Selangor, memiliki posisi yang sangat strategis sebagai pintu gerbang dunia. Jika produk Jawa Barat sudah berhasil menembus pasar Malaysia, maka jalan untuk memasarkan produk ke negara-negara lain di ASEAN dan global akan jauh lebih mudah," ujar dia.
Meski belum menetapkan target nominal realisasi investasi karena sifatnya yang masih berupa penjajakan awal, Kadin Jabar menargetkan terciptanya sejumlah nota kesepahaman (MoU) konkret antara pelaku usaha Jabar dan Selangor selama dua hari acara di Bandung, yang nantinya akan dikawal oleh mereka hingga menjadi Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Meski optimistis, Kadin Jabar tidak menampik adanya tantangan domestik dalam menarik minat investor asing, terutama terkait inkonsistensi implementasi kebijakan lokal dan kepastian hukum.
Baca Juga: Cuaca Surabaya: Potensi Hujan Mengintai Meski Cerah, Waspada di Luar!
Untuk itu, Kadin Jabar terus berkoordinasi dengan DPMPTSP dan berbagai asosiasi pengusaha seperti Gapensi, Hipmi, dan Iwapi guna mendorong pemberian insentif seperti kemudahan perizinan, dan menekankan adanya kepastian hukum.
Kadin Jabar juga, kata dia, menaruh harapan besar pada pemulihan konektivitas udara di Jawa Barat.
Aktivasi kembali rute penerbangan internasional langsung dari dan menuju Malaysia, baik melalui Bandara Husein Sastranegara maupun BIJB Kertajati, dinilai menjadi kunci utama untuk mengakselerasi pertumbuhan investasi, ekspor, dan sektor pariwisata termasuk wisata kesehatan (medical tourism) kedua wilayah.
Berdasarkan data yang diterima, dalam forum SIBS pada 9-10 Juli 2026, di Bandung, Jawa Barat, membawa komitmen besar dengan menawarkan 46 proyek strategis dari sembilan hingga 12 sektor unggulan.
Baca Juga: PLN: Sistem Kelistrikan Jawa Tengah Pulih 100%, Tak Ada Lagi Pemadaman Bergilir
Sebanyak 46 proyek pada sektor-sektor unggulan tersebut antara lain pada sektor kedirgantaraan, perkeretaapian, otomotif (kawasan Kertajati, Patimban, LRT Bandung Raya), Industri Kreatif, Utilitas Energi dan Energi Terbarukan (Waste-to-Energy TPPAS Regional Cirebon Raya), Kawasan Industri (Kawasan Industri Majalengka), Teknologi (Start-up Agrivision).
Kemudian, Pariwisata Kesehatan (Sari Medika Resort), Agrikultur (Tasikmalaya Palm Sugar Industry Center), Infrastruktur (Sistem Penyediaan Air Patimban), dan proyek pada sektor Hilirisasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News