KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mempercepat penataan dan perbaikan sejumlah stasiun untuk mengantisipasi pertumbuhan penumpang kereta api perkotaan.
Stasiun Cawang dan Duri menjadi salah satu prioritas pengembangan pada tahun ini.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Stasiun Cawang memiliki potensi pertumbuhan penumpang yang cukup besar karena terintegrasi dengan LRT Cikoko.
"Karena dia terintegrasi dengan LRT Cikoko. Volumenya juga kalau kita lihat 11 juta hampir 12 juta untuk KRL dan LRT ini hampir 4 juta dan penumpang-penumpang ini pelanggan kami ini juga ada yang menggunakan fasilitas integrasi antar moda," ujar Anne di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Baca Juga: KAI Tebar Diskon 30% Tiket Kereta saat Liburan Sekolah: Cek Syarat dan Ketentuannya
Menurutnya, tingginya mobilitas penumpang tersebut membuat KAI perlu meningkatkan fasilitas di Stasiun Cawang, termasuk pada Hall Barat dan Hall Timur. Pengembangan tersebut juga akan dilengkapi dengan eskalator untuk mendukung pergerakan penumpang.
"Sehingga kami harus memperbaiki dari sisi stasiun Cawang, Hall Barat dan Hall Timur. Jadi visioningnya seperti ini teman-teman akan dilengkapi juga dengan eskalator," katanya.
Anne menjelaskan, penataan tidak hanya dilakukan di dalam stasiun, tetapi juga pada akses di sekitar stasiun. Pasalnya, keberadaan layanan ojek online turut memengaruhi mobilisasi penumpang, terutama pada jam sibuk.
"Karena pada saat ini dengan adanya ojek online ini juga sangat mempengaruhi mobilisasi pelanggan kami di stasiun. Sehingga perlu adanya penataan-penataan," jelasnya.
Baca Juga: KAI: Jadwal Keberangkatan dan Kedatangan KRL Lintas Cikarang Berangsur Pulih
Selain Stasiun Cawang, KAI juga melakukan perbaikan pada sejumlah stasiun lain, yakni Karet, BNI City, Duri, dan Bogor pada tahun ini.
Untuk Stasiun Duri, Anne mengatakan pertumbuhan arus penumpang tergolong tinggi. Dalam delapan bulan pertama tahun ini, volume penumpang transit di Stasiun Duri hampir mencapai 20 juta orang.
"Dan weekday-nya kita melayani 80 ribu pengguna. Weekend-nya 64 ribu. Jadi cukup tinggi," ujar Anne.
Tingginya volume tersebut membuat penataan Stasiun Duri menjadi salah satu prioritas KAI. Anne menyebut kondisi kepadatan penumpang di stasiun tersebut juga menjadi salah satu masukan yang diperhatikan perseroan, termasuk dari media sosial.
"Ini juga bagian dari masukan voiceover dan kita melihat juga di media sosial bagaimana crowd-nya stasiun ini ketika jam-jam sibuk," katanya.
Anne menambahkan, pengembangan stasiun merupakan bagian dari strategi KAI dalam menghadapi pertumbuhan penumpang urban dalam jangka panjang. Menurut dia, peningkatan kapasitas dan fasilitas stasiun perlu dilakukan secara berkelanjutan karena kebutuhan setiap stasiun dapat berubah seiring pertumbuhan mobilitas masyarakat.
Baca Juga: KAI Umumkan 25 KA Jarak Jauh Batal Imbas Tragedi Bekasi Timur, Tiket Bisa Refund 100%
"Karena kita melihat bahwa pertumbuhan pelanggan kita untuk yang urban atau angkutan dalam kota ini harus kita tangani dengan baik 10-20 tahun ke depan," ujar Anne.
KAI, lanjutnya, tidak hanya akan berhenti pada perbaikan sejumlah stasiun pada tahun ini. Perseroan akan terus memetakan stasiun yang membutuhkan pengembangan lebih lanjut berdasarkan tingkat urgensi dan pertumbuhan penumpang.
"Gak bisa setelah kita memperbaiki tahun ini 4 stasiun, bisa saja tahun berikutnya kita akan terus mana lagi stasiun yang sangat urgent yang perlu kita perbaiki," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News