Peristiwa

Kalau tsunami hantam pantai Selatan Blitar, cuma 16 menit waktu untuk selamatkan diri

Rabu, 09 Juni 2021 | 16:05 WIB Sumber: Kompas.com
Kalau tsunami hantam pantai Selatan Blitar, cuma 16 menit waktu untuk selamatkan diri

KONTAN.CO.ID - Berdasarkan skenario terburuk jika terjadi tsunami yang dipicu oleh gempa magnitudo 8,7 di Selatan Jawa Timur, pantai Selatan Blitar adalah wilayah yang tercepat terempas gelombang. 

Melalui satu pemodelan yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gelombang tsunami bisa mengempas pantai Selatan Blitar dalam waktu 20 menit hingga 24 menit sejak gempa dengan magnitudo 8,7 terjadi. 

"Padahal, masih perlu waktu 4 menit sampai ada peringatan tsunami. Jadi, tinggal ada 16 menit untuk menyelamatkan diri," ujar Kepala BMKG Dwikorita Ratnawati di Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Selasa (8/6) malam.

Dwikorita mengatakan, tim BMKG telah melakukan peninjauan jalur evakuasi di Pantai Tambakrejo, Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, pada Selasa sore. 

Baca Juga: Bukan 24 menit, potensi tsunami di Jatim bisa capai pantai Blitar dalam 20 menit

Bahkan, tim BMKG melakukan pengujian sebuah jalur evakuasi sepanjang sekitar 700 meter dan dengan berjalan cepat berhasil mencapai level ketinggian aman dalam waktu 14 menit. 

"Tadi kami mencoba jalur evakuasi. Kami berjalan cepat, waktunya 14 menit itu sudah sampai di ketinggian bukit 30 meter, artinya sudah aman," ungkapnya.

Namun, pasti butuh waktu lebih lama bagi lansia dan orang difabel untuk mencapai posisi aman tersebut, sehingga perlu perhatian tersendiri untuk penyelamatan kelompok masyarakat dengan kondisi tertentu. 

Dalam pemodelan yang BMKG buat, Dwikorita menjelaskan, waktu 16 menit untuk wilayah pantai Selatan Blitar merupakan golden times untuk penyelamatan jiwa dan benar-benar harus dimanfaatkan dengan baik. 

Beberapa faktor yang membuat pantai Selatan Kabupaten Blitar menjadi wilayah yang paling cepat terempas gelombang tsunami antara lain, karena berada paling dekat dengan pusat gempa. 

Baca Juga: Ramai potensi gempa dan tsunami Jatim, ahli LIPI angkat bicara

Editor: S.S. Kurniawan
Terbaru