KONTAN.CO.ID - Berikut adalah detail kalender Jawa untuk pekan terakhir bulan Agustus 2026, yaitu tanggal 24-31 Agustus.
Selain kalender Jawa, pekan terakhir Agustus 2026 juga bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang ditetapkan sebagai hari libur nasional pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Bagi masyarakat yang masih menggunakan kalender Jawa sebagai referensi, informasi weton dan tanggal Jawa dapat membantu mengetahui susunan penanggalan setiap harinya.
Merangkum data situs JavaSense, silakan simak Kalender Jawa 24-31 Agustus 2026 lengkap dengan weton, neptu, dan wuku berikut ini.
Baca Juga: Pemutihan Pajak, 7 Provinsi Ini Beri Keringanan Pajak Mobil & Motor hingga 31/8/2026
Kalender Jawa 24-31 Agustus 2026
Senin, 24 Agustus 2026
- Weton: Senin Pon
- Neptu: 11
- Tanggal Jawa: 10 Mulud 1960
- Wuku: Maktal
Selasa, 25 Agustus 2026
- Weton: Selasa Wage
- Neptu: 7
- Tanggal Jawa: 11 Mulud 1960
- Wuku: Maktal
Rabu, 26 Agustus 2026
- Weton: Rabu Kliwon
- Neptu: 15
- Tanggal Jawa: 12 Mulud 1960
- Wuku: Maktal
Kamis, 27 Agustus 2026
- Weton: Kamis Legi
- Neptu: 13
- Tanggal Jawa: 13 Mulud 1960
- Wuku: Maktal
Jumat, 28 Agustus 2026
- Weton: Jumat Pahing
- Neptu: 15
- Tanggal Jawa: 14 Mulud 1960
- Wuku: Maktal
Sabtu, 29 Agustus 2026
- Wetonn: Sabtu Pon
- Neptu: 16
- Tanggal Jawa: 15 Mulud 1960
- Wuku: Maktal
Minggu, 30 Agustus 2026
- Weton: Minggu Wage
- Neptu: 9
- Tanggal Jawa: 16 Mulud 1960
- Wuku: Wuye
Senin, 31 Agustus 2026
- Weton: Senin Kliwon
- Neptu: 12
- Tanggal Jawa: 17 Mulud 1960
- Wuku: Wuye
Baca Juga: Sambut Maulid Nabi Muhammad SAW 2026, Ini Contoh Ucapan Bahasa Arab & Terjemahannya
Maulid Nabi dan Tradisi Jawa pada Bulan Mulud
Maulid Nabi Muhammad SAW 2026 jatuh pada 25 Agustus, bertepatan dengan 11 Mulud 1960 dalam kalender Jawa.
Bulan Mulud memiliki posisi khusus dalam tradisi masyarakat Jawa karena menjadi waktu berbagai kegiatan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Salah satu tradisi yang paling dikenal adalah Grebeg Mulud, terutama di lingkungan keraton Yogyakarta dan Surakarta.
Bentuk kegiatannya dapat berbeda di setiap daerah, mulai dari pengajian, pembacaan selawat dan riwayat Nabi, hingga berbagai upacara adat.
Pergantian Wuku
Selama 24-29 Agustus, periode berada dalam Wuku Maktal, kemudian berganti ke Wuku Wuye pada 30 Agustus. Maktal merupakan wuku ke-21, sedangkan Wuye merupakan wuku ke-22 dalam siklus pawukon.
Dalam tradisi pawukon, Wuku Maktal secara tradisional dikaitkan dengan semangat, keberanian, wibawa, nama baik, dan kepemimpinan. Wuku ini juga memiliki unsur peringatan terhadap tukaran atau pertengkaran.
Wuye merupakan wuku ke-22 dan dalam pembacaan tradisional dikaitkan dengan Bethara Kuwera, yang menjadi simbol pengelolaan rezeki dan sumber daya.
Wuku ini juga sering dimaknai melalui tema kemakmuran, peluang, kedermawanan, intuisi, dan kemampuan menjaga apa yang dimiliki.
Baca Juga: Jakarta Targetkan 10.047 Bus Listrik pada 2030, Armada TransJakarta Bakal Beralih
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News